“Apa kabar, Non?”
Siang tadi, seorang teman berbincang lewat layanan pesan instan. Tanpa sengaja ia menyebut namamu. Seketika konsentrasiku buyar. Kangenku menyeruak seenaknya. Tak kupandangi lagi layar monitorku. Aku lebih suka memandangi rintik hujan dari balik jendela. Gemericiknya mengingatkan pada renyah leluconmu.
Apa kabar kamu? Lama sekali kita tidak ngobrol. Genap enam minggu sejak terakhir kudengar suaramu. Aku kangen betul….
Beberapa kali kusapa kamu. Tak berbalas. Aku terus menunggu dalam diam. Ada apa? Semua baik-baik saja kah? Maaf kalau aku terlalu sibuk. Alasan paling klasik dan paling tak-terbantahkan abad ini.
Akhirnya aku tak tahan lagi. Kubombardir seluruh akun di semua jejaring sosialmu. Berharap ada sedikit sapaan khasmu, “Apa kabar, Non?”
Tahukah kamu, aku benci sekali! Aku benci karena aku kehilangan sapaan itu selama enam minggu penuh! Sapaan yang tidak istimewa, mungkin semua orang kamu sapa begitu. Tetap saja aku kangen kamu!
Terpaksa aku libatkan Tuhan dalam hal ini. Kutitipkan kamu pada-Nya. Kumintakan tolong semoga kamu punya waktu menyapaku.
Itu dia!
“Apa kabar, Non?”
Aaahhh… rasanya aku ingin berlari memelukmu.
“Telepon aku dong!”
Menunggu detik berikutnya agar teleponku berdering rasanya lama betul.
“Setiap hari aku memandangi kamu yang sedang online,” rasanya kamu tak bersalah sama sekali.
“Kenapa gak dibalas?”
“Aku takut mengganggu. Kamu lagi sibuk.”
Aarrgghh… lagi-lagi alasan klasik dan tak-terbantahkan itu yang harus jadi benang merah.
Mendengar suaramu, menertawakan leluconmu, menyimak curhatmu, tak ada yang lebih lengkap dari itu.
“Sampai besok ya, Non.”
Aku kehilangan itu. Kalimat itu selalu kamu tepati. Mungkin karena enam minggu lalu kamu tidak berkata begitu, maka besoknya kamu menghilang.
Malam ini aku bisa bermimpi indah. Gemericik hujan masih bersenandung. Aku senang bisa menikmatinya sampai aku lelap nanti.
Aku menghela napas. Entah karena apa. Aku mendekap dingin tapi tak berteman sepi. Karena besok, aku bisa mendengar lagi sapaanmu, “Apa kabar, Non?”
Semoga dinginmu tak lagi sepi….
* Ditemani All I Have To Do Is Dream (The Everly Brothers)
Tertarik dengan yang ini?
This entry was posted on Thursday, June 17th, 2010 at 1:18 am and is filed under “Apa kabar Non?”. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.









1:28 am on June 17th, 2010
Wahhh kok aku seperti membaca kisahku sendiri ya hiksss …
1:41 am on June 17th, 2010
@ Imel: knapa gitu?
8:34 am on June 17th, 2010
Apa kabar, Non?
10:04 am on June 17th, 2010
hai lin….. salam damai..
10:40 am on June 17th, 2010
@ Pam: kabar baik, Mas
@ Indriati: haiii… salam damai juga
10:50 pm on July 27th, 2010
love this
9:12 am on July 28th, 2010
@ Yuni: aaahhhh… Yunii…!! apa kabar? tengkiyu sampe nyasar ke sini yaa..
salam buat keluarga kecil nan bahagia