Archive for the ‘Menjadi Imam: Panggilan Penuh Tantangan’ Category

Menjadi Imam: Panggilan Penuh Tantangan

6 Comments »

September 7th, 2009 Posted 9:29 pm

Artikel ini awalnya dibuat untuk Buletin Refleksi Tahun Imam KAJ.  Artikel tambahannya adalah Romo Paroki: Gembala di Tengah Kawanannya.
Karena satu dan lain hal, hasil editnya tidak sesuai lagi dengan maksud awal penulis. Maka versi aseli-nya saya muat di sini. Dibuang sayang…

Hidup selalu penuh tantangan sekecil apapun itu. Di manapun, kapanpun, dalam hal apapun, tantangan menghiasi setiap jalan yang kita lalui seperti bunga-bunga bermekaran di tepi jalan sekaligus kerikil tajam. Menjadi bunga-bunga bermekaran ketika siapapun yang melintas di situ bisa menikmati tantangan itu sebagai sebuah keindahan. Menjadi kerikil ketika tantangan itu membuat yang melintasinya tersandung lalu jatuh. Manusia tentu tersandung kerikil, bukan gunung batu, karena kecil dan sering luput dari perhatian. Meskipun jatuh, pertanyaan berikutnya adalah bangun lagi dan meneruskan perjalanan atau tetap di situ?

Secara khusus, persoalan yang dihadapi oleh para Imam yang menjadi Romo Paroki tentu berbeda dengan Romo yang tidak berada di Paroki. Untuk persoalan yang umum terjadi di Paroki akan diulas kemudian (lihat: Romo Paroki: Gembala Di Tengah Kawanannya). Narasumber kali ini adalah beberapa Imam Provinsial, yaitu Rm. Yohanis Mangkey, MSC, Rm. Felix Kadek Sunartha, SVD, Rm. Adrianus Sunarko, OFM, Rm. Robertus Bellarminus Riyo Mursanto, SJ, serta Rm. Sapto Dwi Handoko, SCJ. Apa saja yang secara umum menjadi tantangan para Imam?

(more…)