Archive for the ‘Romo Paroki: Gembala di Tengah Kawanannya’ Category
Romo Paroki: Gembala di Tengah Kawanannya
September 7th, 2009 Posted 3:05 pm
Dimuat di Kuasa Doa Vol. 4, No. 11, Januari 2010
Artikel ini awalnya dibuat untuk Buletin Refleksi Tahun Imam KAJ. Artikel utamanya adalah Menjadi Imam: Panggilan Penuh Tantangan.
Karena satu dan lain hal, artikel ini tidak jadi dimuat maka saya muat di sini. Dibuang sayang…
Ada banyak sekali persoalan mulai dari tingkat Paroki sampai keuskupan yang menjadi PR bagi para Imam dan umat. Para umat – bagaimanapun juga – memiliki andil dalam apapun yang terjadi. Ada sebab dan akibat. Ada beberapa contoh kasus yang menarik untuk diamati dan direnungkan bersama.
Contoh menarik yang pertama coba diangkat adalah sebuah “kasus” seorang umat yang bukan lulusan seminari tapi hendak menjadi Imam. Dalam kenyataannya, selain umat ini harus berjuang dan bergumul dengan batinnya, ia juga harus meyakinkan pihak keluarga yang menentang keras. Dalam etnis Tionghoa kebanyakan, prestise tertinggi adalah ketika seseorang bisa memiliki usaha sendiri meskipun sekelas warung minuman ringan. Menjadi seorang Imam adalah jalan terakhir bahkan mungkin sama sekali tidak ada dalam daftar. Kalau awam mengalami “kawin lari”, umat ini berusaha tidak “imamat lari” dan perjuangannya meluluhkan hati orang tua masih berjalan menjelang detik kepindahannya dari dunia awamnya ke seminari.
Tags: Gereja, Majalah Kuasa Doa, Pelayanan
Posted in Romo Paroki: Gembala di Tengah Kawanannya








