Kortek = Korban Teknologi
Internet, dunia maya yang sangat menyenangkan. Semua ada di situ. Mau belanja bisa, mau main bisa, mau kenalan juga bisa. Segala bisa. Berbagai situs menyenangkan mulai dari blog seperti Blogger dan WordPress, microblogging seperti Twitter dan Plurk, social networking seperti Facebook dan MySpace sampai fasilitan chatting seperti Yahoo! Messenger dan Meebo sungguh mengundang siapa saja untuk ikut di dalamnya.
Anak-anak, berapapun matang jiwanya, tetap saja anak-anak. Baru saja aku chatting dengan keponakan yang usianya 12 tahun, kelas 1 SMP. Singkat cerita, awalnya dia tanya-tanya soal Yahoo Messenger. Setelah penjelasan panjang-lebar, belakangan baru dikatakannya, “Waduh Tante, aku pake BB, jadi gak tau. Nanti deh kalo pake laptop.”
Wah, gawat! Kenapa gak bilang dari tadi kalau pake BlackBerry? Kan gak buang-buang tenaga? Mending kalo penjelasan itu diingatnya, rasanya gak mungkin deh. Sudah pasti aplikasi manapun di smartphone dan pc/laptop akan berbeda. Namanya saja browser dan mini-browser.
Di luar itu, aku luar biasa takjub. Anak 12 tahun yang duduk di kelas 1 SMP itu pakai smartphone? Buat apa? Buat chatting seperti ini? Selebihnya? Aku gak habis pikir. Yah, mungkin aku orang kuno.
“Tante, diimel aja ke aku, atau tinggalin di fbku ya.” Aku cuma bisa mengiyakan dengan sangsi mengingat anak ini sedikit gatek. Beda dengan keponakan lain yang memang canggih.
“Tante, Yla dibuatin Facebook dong.”
“Buat apa?”
“Buat main game.”
“Kan bisa lewat punya Tante.”
“Kan biar nambah temen.”
“Kamu kan kelas 1 SMP, Yla kan kelas 1 SD.”
“Aaron kelas 1 SD juga punya. Aku yang buatin.” Aaron itu adiknya, selisih 4 bulan lebih tua dari Si Sulung.
“Mami-Papi tau ga?” Wah, gawat anak sekarang bisa signup sendiri?
“Tau sih.”
“Mami-Papi tau ga kejahatan apa yang bisa terjadi di internet kalo anak kecil main internet?”
“Kan kita confirm yang kenal aja.”
Hm.. anak ini tidak menjawab pertanyaanku. Mungkin karena usianya maka tidak paham pertanyaanku? Kalau bicara yang kenal saja, artinya hanya teman sekolah, saudara, atau tetangga kalau tetangga punya Facebook.
“Tante seminggu ini baru ketemu 5 orang jahat. Semua Tante kenal. Ada yang ambil foto tanpa ijin, ada yang marah-marah gak karuan. Macem-macem deh. Mami-Papi bisa atasi itu ga?”
“Emang ketauannya gimana, Tante?”
“Tante kan di depan komputer terus, jadi ketauan.”
“Emang kalo di depan komputer terus pasti tau?”
“Ya tau.”
“Terus, udah ketauan gitu diapain?”
“Ya diblok aja. Tapi foto yang udah diambil emang bisa diminta lagi?” Mungkin saja orangnya sudah menyimpan di harddisk. Siapa yang tau?
“Tapi aku kan ga punya foto Tante.”
“Ada kan satu?”
“Kan cuma satu, itu juga foto lama.”
D’oooohhh….. gimana sih harus ngomongnya dengan ABG gaul ini…?? Rasanya putus asa, seperti buang-buang tenaga…
“Yla gak perlu punya Facebook sendiri. Yla udah punya blog sendiri. Dari blog juga langsung masuk ke Facebook. Kamu punya blog?”
“Aku males ngarang, Tante.”
“Tante bukan Mami. Mungkin Mami bolehin punya Facebook. Kalau Tante belum liat perlunya.”
Entah gimana, anak itu jadi bete. Aku kuper? Ya biar aja. Biar kuper yang penting paham bagaimana memanfaatkan teknologi, bukan ikut-ikutan tren.
Hm.. jadi itu ya. Permainan di Facebook.
Seandainya Mami-Papinya tau kalau hampir semua games yang ada di Facebook itu justru ada situsnya.
Seandainya Mami-Papinya canggih, pasti lebih cerdas membuat anaknya juga canggih.
Mami-Papinya – mohon maaf – tipikal yang menuruti saja apa mau anaknya dan sedikit gatek (gagap teknologi). Aku jadi makin gak yakin apa mereka sungguh paham cyber crime dan alasan kenapa ketentuan dari Facebook untuk boleh punya akunnya berusia di atas 13 tahun. Apa itu Netiket, apa saja yang pantas dan tidak pantas dimuat di tempat umum. Sadarkah mereka, tempat-tempat seperti Facebook ibarat pasar yang apa saja bisa terlihat?
Kortek, buat sebagian orang memang bahan empuk untuk jadi tertawaan, buatku perlu dikasihani terlepas dari memang niatnya untuk pamer dan dianggap mengikuti jaman.
Setelah smartphone murah meriah dilansir, semua orang punya smartphone. Bahkan yang tidak punya imel dan tidak berurusan dengan internet sekalipun. Mungkin senang dengan konsep QWERTY keypad (keypad yang susunannya seperti keyboard pc/laptop) untuk mengirim SMS? Tetap saja mengetik 10 jari dan 2 jempol akan berbeda di keypad yang sama.
Setelah kormod (korban Mode) dari jaman model rambut Demi Moore di film Ghost, sekarang kortek. Besok apa lagi?
Susahnya punya anak canggih. Kedua anakku ketka disuruh memilih PSP atau netbook? Sudah pasti jawabannya: netbook!
Alasannya? Kan bisa menggambar pakai tablet (sejenis bolpen yang menggunakan kabel ke monitornya)!
Tertarik dengan yang ini?
This entry was posted on Wednesday, August 26th, 2009 at 9:08 am and is filed under Kortek = Korban Teknologi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.









6:12 pm on August 26th, 2009
Emang, nggak semua makanan enak dan bergizi cocok untuk bayi… bisa-bisa malah mati tuh bayi…
7:42 am on August 27th, 2009
memang
apalagi para Ibu yang menganggap susu formula lebih baik dari ASI
susu sapi ya buat anak sapi
susah ya, jadi orang kuno…
;p
11:55 am on October 7th, 2009
Bukan hanya dengan internet, smartphone, BB, laptop, atau apapun namanya, memang banyak kortek jaman sekarang, dan itu tidak terkecuali orang2 tua. Org2 muda juga bisa kortek, karena kesibukan kerja dan hidup sehingga tidak sempat lagi update ilmu2 baru, perkembangan2 baru, trend2 baru. Beda dengan mode yg merupakan pilihan (boleh ikut/tidak ikut), media internet, HP, komputer, dll. ini mengubah masyarakat sehingga mau tak mau semua orang harus ikut trend spy bisa berfungsi optimal sbg anggota masyarakat di era globalisasi ini. Susah juga klo anak kita bisa tahu hal2 yg kita sendiri tidak/belum tahu.. gimana update pengetahuannya di sela2 kesibukan hidup ya…
12:00 pm on October 7th, 2009
@ Christ: mungkin maksudmu gatek (gagap teknologi)?
gatek = orang yang memang gagap thp teknologi. ga bisa pake komputer, ga bisa buka inet, ga bisa pake hp
kortek = orang yang maksudnya mau gaul dan terlihat canggih tapi malah jadi bloon karna pake BB cuman buat sms/ceting. boro2 ngerti gimana caranya buka inet apalagi buka attch dari imelnya.
4:22 pm on October 7th, 2009
Pengertianku :
Gatek : sama sekali tidak mengerti.
Kortek : mengerti sedikit tapi malah jadi kerepotan karena hanya mengerti sedikit.
Seringkali klo dibumbui hasrat pengin kelihatan nggak gatek (atau dipaksa demikian sama temen2nya – peer pressure) org jadi kortek, mengerti sedikit merasa sudah mengerti semua, akibatnya ya itu, kelihataan bloon. Mau jadi kortek ato mastek (master teknologi = bisa pake dengan cara2 yg benar & bisa pake sepantasnya) akhirnya tergantung pada orangnya, mau sombong atau terus karena teknologi seputar inet, komputer, HP cepat sekali ketinggalan jaman, nggak kayak jaman saya msh SD-SMP dulu dimana IBM PC XT bisa meraja selama 1 dekade
10:33 pm on October 7th, 2009
@ Christ: definisimu lebih menarik :-p