Ngasong @ Paulus & Gandarusa, Bandung, 24-25 Jan 08
Intensi kali ini membantu OMK Sarimawartoba mengumpulkan dana untuk kemping bersama Uskup “Unity in Diversity” tgl 7-9 Maret 2008 di Ranca Upas.
Proficiat! Terima kasih banyak atas kerja kerasnya untuk menjual bukuku. Aku senang dengan sebutan ngasong, kenapa? Karna literally kita menjajakan buku, jemput bola ke umat. Itu jauh lebih baik ketimbang menunggu umat yang datang menghampiri.
Hari pertama (Sabtu, 24 Jan 08) sore, aku ngasong di Paroki Gandarusa, Sumber Sari, Bandung. Hujan. Misa dipimpim Rm. Nugroho, SS.CC. Tidak banyak umat yang datang. Dari sedikit umat itu, buku “My Life is An Open Book “ terjual sekitar 11 exp. Lumayan dibanding jumlah umat yang datang.
Di sana aku bertemu seorang mantan guru bahasa Inggrisnya Si Ayah, Bp. Ronald. Ternyata dia sudah beli bukunya dan sudah baca sebagian. Dia cukup terkejut bahwa ternyata yang menulis adalah istri mantan muridnya. Responnya sangat antusias. Saking antusiasnya, dia sampai membeli lagi demi mendapat tanda tanganku bahkan minta tanda tangan Si Ayah juga. Sayang, aku tidak foto bareng.
Ada juga cerita menarik, seorang Bapak mendatangiku dan bertanya, “Kamu umur berapa?”
“32, Pak…” Lalu dia ngeloyor pergi. Aku kembali berbincang dengan yang lain.
Dia datang lagi. “Kamu sudah punya anak? Berapa?”
“Sudah Pak, 2. Umur 5,5 tahun dan 3 tahun.” Lalu dia lagi-lagi ngeloyor pergi. Aku mulai bingung. Ada apa sih? Kok orang ini nyentrik, datang dan pergi begitu saja? Aku senyum-senyum melihatnya dari jauh.
Cerita menarik lainnya tentang seorang Ibu yang juga menanyakan umurku. Lalu dia menghampiri Si Ayah yang sibuk memotret. “Saya membayangkan suaminya itu tinggi besar, lha kok kecil gini?” Hahahaha… Ternyata imajinasi Ibu ini liar juga. Ada juga seorang Bapak yang tadinya tidak tertarik, setelah kuceritakan inti bukunya, dia terperangah dan langsung beli. Hari kedua (Minggu, 25 Jan 08) pagi jam 8 aku ngasong lagi di Paroki Gandarusa. Misa dipimpin oleh Rm. Sambodo, SS. CC. Aku tidak tahu yang laku berapa, yang jelas sumbangannya banyak. Ada beberapa orang yang membeli dua sekaligus. Ada seorang Ibu yang menyerahkan uang 200rb hanya untuk 2 buku, berarti ia sudah menyumbang 140rb! luar biasa!
Aku sempat “diwawancara” oleh teman-teman OMK untuk buletin. Rasanya janggal karena aku jurnalis tiba-tiba diwawancara begitu. Hm.. ternyata begitu ya rasanya menjadi narasumber…
Jam 9.30 aku ngasong di Paroki Paulus, Moh. Toha. Misa dipimping oleh Rm. Wahyu, Pr. Di sana laku sekitar 29 buku. Promosi yang dilancarkan Rm. Wahyu ternyata sukses.
Sore jam 19.00, hujan deras. Misa dipimping Rm. Darma. Ternyata tidak menyurutkan teman-teman OMK Paulus. Dari umat yang sedikit, buku terjual 4 exp. Lumayan juga. Setidaknya kerja keras teman-teman OMK membuahkan hasil.
Secara umum – pasti karena penampilanku yang lebih nyaman berkaos ungu dan celana jins serta sneakers warna krem kesayangan – banyak sekali calon pembeli dan pembeli yang tidak menyangka penulisnya ternyata “anak kecil”. Jarang orang yang bisa menebak umur dari penampilanku. Mungkin dikira penulisnya usianya cukup matang (mungkin sekitar 40an?), bertubuh besar, atau berpembawaan tenang seperti Mario Teguh? Bahkan Si Ayah sendiri bilang, “Semua orang pasti bingung liat penulisnya kok cuwawakan (centil, heboh) begitu. Penulis kan biasanya diam, tenang…” Hehehe…
Dari 200 exp yang diborong Fr. Haryanto, terjual sekitar 150 exp. Di jual di 3 paroki: Mikael Waringin, Paulus Moh. Toha dan Gabriel Gandarusa Sumber Sari. Masih ada tambahan 25 exp lagi. Artinya, setidaknya OMK berhasil mengumpulkan dana sekitar 2.250.000 – belum ada laporan pemasukan lengkap – plus sumbangan langsung (kembalian yang disumbangkan setidaknya 5rb).
Proficiat kepada teman-teman OMK! Aku dukung terus kegiatannya. See you in next ngasong! Foto-foto bisa dilihat di facebook. Klik di sini.
Tertarik dengan yang ini?
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Kasih, Ngasong Buku, Perjalanan, Sahabat, Si Ayah
This entry was posted on Tuesday, January 27th, 2009 at 9:13 am and is filed under Ngasong @ Paulus & Gandarusa Bandung. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.











