Rekor… Rekor…

Tulisan ini harusnya dimuat tgl 19 Maret 2010. Karena sibuk sampai lupa ada artikel ini.

Gak pernah terpikir untuk mendaftarkan Yuk Nulis! ke sebuah lembaga pencatat rekor di Indonesia. Gara-gara nulis keroyokan waktu Valentine itu, para Nuliser usul untuk mencatatkan nulis keroyokan itu. Akhirnya, ya dicoba deh. Gak ada salahnya juga nyoba kan? Surat permohonan dikirim, kategorinya “penulisan estafet dengan penulis terbanyak dalam waktu tercepat”. Suruh tunggu seminggu. Oke, kita “sabar menanti mode on” deh.

Sudah telat seminggu sejak waktu yang dijanjikan. Menunggu selama dua minggu sejak dikirimnya surat permohonan ternyata gemesin juga. Akhirnya kutelepon seorang petinggi lembaga itu yang nama dan nomornya tertera di surat balasan. Ia minta dikirimkan bukunya. Nyetak dua eksemplar khusus buat lembaga ini. Buku dikirim.

Waktu telepon, sempat juga ia bilang, “Ada acara apa, biar bisa kita kirim?” Wih, geer dong! Bisa menang nih kami! Itung-itung hadiah ulang tahun Yuk Nulis! yang ke dua. Namanya juga belum pasti, yang kubocorin rahasianya ya cuma “nasi tim” (sesepuh) aja. Penuh dengan doa, pasti.

Gak terasa, ini sudah sebulan sejak dikirimnya surat permohonan, dua minggu sejak dikirimnya dua eksemplar buku. Hari ini ulang tahun Yuk Nulis! yang ke dua. Lusa ada acara syukuran buat para Nuliser. Musti dipastikan nih, “hadiah istimewa”-nya jadi dapat ga ya?

Kuputar nomor telepon Bapak itu. Ia sedang di luar kantor, aku diminta menghubungi lagi besoknya. Besoknya aku terlambat lebih dari satu jam.

“Gimana, Pak? Sudah ada kabar?”

“Begini, Bu. Kemarin juga ada yang mengajukan dengan kategori sama, malah 29 penulis, dari luar negeri segala.” Oh ya? So what?

“Nah, karena banyak yang melakukan, jadi tidak kami rekorkan.”

“Oh begitu ya, Pak? Kami kecewa aja, menunggu sebulan dan dapat kabar begini. Janjinya kan diproses satu minggu, minta dikirim buku, bahkan Bapak sempat menanyakan ‘ada acara apa supaya bisa dikirim? Sebetulnya, siapa cepat dia dapat atau bagaimana?”

“Karena banyak yang melakukan jadi tidak kami rekorkan.”

Hanya itu. Banyak yang melakukan lalu tidak direkorkan. Justru bukan persoalan “penyelidikan” seperti yang dilakukan Guinness Book of Record. Bayangan bahwa akan ribet karena harus ada pembuktian sana-sini gugur dengan dalih “banyak yang melakukan”.

Kalau mau jujur, apa salahnya jika rekor A dipecahkan oleh si X pada tahun sekian kemudian dipecahkan lagi oleh si Y pada tahun berikutnya. Itu lebih jujur dan kompetitif. Tentu dengan pembuktian yang cukup njelimet.

Kalau mau dipikir, lembaga ini malah lebih “mudah” merekorkan gereja dengan kaca patri terbesar, peserta jalan sehat dengan ikat kepala terbanyak, dan sebagainya. Tidak terlalu unik, malah cenderung culun. Banyak juga yang dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk pencitraan. Bayar? Wah, gak ngurusin ke situ deh!

Ini cuma soal siapa yang daftarin itu yang tercatat. Banyak yang melakukan tapi ga pernah daftarin, ya ga tercatat. Sesederhana itu kan?

Paling gak, tidak memenangkan “prestasi” dalam urusan rekor kayaknya gak sebanding dengan kebahagiaan menjelang syukuran ulang tahun Yuk Nulis! besok. Kita mau soft launching tiga buku sekaligus!

Mau dicatat sebagai rekor? Acara launching buku terbanyak? Kok gak membanggakan kayaknya. Yang jelas, gak bermanfaat buat banyak orang rekornya.

Eh, masih banyak banget nih buku buat besok yang mau dicetak. Ngurusin itu dulu aja ah. Pake baju ungu yang mana ya…?

Bekasi, 19 Maret 2010



Tertarik dengan yang ini?

Tags: , ,

This entry was posted on Friday, March 26th, 2010 at 9:36 am and is filed under Rekor… Rekor…. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

14 Responses to “Rekor… Rekor…”

  1. fekhi
    11:18 am on March 26th, 2010

    weleh… sampe lupa juga kalau dijanjiin posting ini wakakakak…
    gpp lah… kalo guiness justru yang banyak melakukan tetap direkorkan, karena patokannya kan yang terbanyak hehehe…

    hidup YN!

  2. Fonny
    1:00 pm on March 26th, 2010

    biarin lah, ntar kita bikin rekor yang lainnya aja, Lin:)

  3. Lini
    3:49 pm on March 26th, 2010

    @ Femi n Fonny: bikin rekor sendiri ah, maksudnya ngadain rekor sendiri hehehe

  4. henny listyowati
    3:59 pm on March 26th, 2010

    Gak penting, mau di rekor apa ngga di rekor… merekor diri sendiri dan seneng2 untuk kalangan sendiri…

    Yang penting hidup Yuk Nulis!!! Hidup nuliser!!!

    (Substitusi kekecewaan kaleee). ;)

  5. frans
    5:21 pm on March 26th, 2010

    rekor mah ga penting lah jeung. yang penting para member yuk nulis puas karena bisa berkarya dan ada tempat pelampiasan karya itu.
    artinya lagi, bukos harus mengeluarkan ide gila terarah lainnya supaya tuh badan rekor sudi mencatat rekornya tanpa iming2 uang. hehehehe…peace ah…

  6. Lini
    7:50 pm on March 26th, 2010

    @ Henny: setujuh!! :D
    @ Frans: ngajuin lagi? maleess… bener! sinting lagi? tetep! wkwkwk

  7. dede
    8:38 am on April 8th, 2010

    hehehehe… gimana kalo yuknulis aja yg bikin rekor? umumin aja di rumah kita bahwa tahun ini kita udah bikin rekor nulis keroyokan tercepat. Nanti bisa bikin rekor penulis terproduktif, tertidur (kayak gue, maklum komp gantian jd rada susah nulis… hehehe…alesan ya?), termelow, terhappy, terinspirasi (maksudnya ngasih inspirasi buat org), dan masih banyak lagi….

    hmmmm… penghuni di beginiin akan semangat atau malah ngedrop? mari renungkan… ;-)

  8. Lini
    9:19 am on April 8th, 2010

    siaaappp….
    akan segera direalisasikan idenya! :D

  9. agnes bemoe
    1:28 pm on April 9th, 2010

    Yang penting, kerjanya diakui n bermanfaat buat banyak orang…:)
    Soal rekor… kayaknya malah jadi ga tertarik, setelah tau “belangnya” gitu…:p

  10. Lini
    10:39 pm on April 9th, 2010

    @ Agnes: setujuuuu… :D

  11. pudji hastuti
    1:43 am on April 12th, 2010

    Seperti pengalaman mengirim cerpen pertama kali ke sebuah majalah…pertama kali ditolak, kedua kali ditolak, ketiga kali mungkin msh ditolak…dan pada akhirnya akan diterima dan dimuat juga…walaupun ratusan kertas telah terpakai, jutaan kata telah terangkai, namun semangat tetap terjuntai ;D

  12. Lini
    12:13 pm on April 12th, 2010

    @ Pudji: yep, pantang mundur! :D

  13. Yenny
    1:19 pm on April 13th, 2010

    Dgr cerita u, kecewa sih juga. Tapi… bukan itu patokannya, kan? yang penting mimpi dan persahabatan telah kita dapatkan, bahkan spirit pun kita dapatkan disini (tenar di facebook pun didapat). Apa lagi ya? Pokoknya buanyak d. Tdk sebanding dengan rekor2an itu. (sori ini hanya pendapat orang yang hanya maunya ngebaca jarang ikut aktif di YN :) )
    @ Dede : Saya setuju 100000%.
    Hidup YN!!!

  14. Lini
    2:09 pm on April 13th, 2010

    @ Yenny: setujuuu…. wkwkwk :D

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>