Posts Tagged ‘Etika’
Stop Media Bullying!
September 24th, 2011 Posted 8:16 am

- http://bit.ly/oI8LlL
Saya alumni SMA 6, Mahakam, Jakarta. Saya (pernah jadi) jurnalis, penulis, pengajar lepas, dan mendidik anak saya di rumah bukan di sekolah. Saya orang yang melawan segala macam bullying dan plagiarisme.
Awalnya, saya tidak terlalu mengikuti pemberitaan seputar tawuran siswa SMA 6 dengan wartawan. Lama kelamaan, gatal juga ingin tahu, ada apa sih? Beberapa teman di Blackberry Messenger dan beberapa social media mulai mengganti foto profil dengan logo SMA 6. Rasa penasaran saya mulai mendominasi.
Saya buka situs pencarian. Seperti bisa ditebak, pemberitaan seputar tawuran itu membanjir. Saya buka beberapa situs berita yang menurut saya berkompeten. Hasilnya sungguh menyedihkan. Berita disajikan dengan jorok, berat sebelah, dan dibumbui opini (meskipun implisit).
Saya ingin menulis, entah kenapa saya tidak langsung menulis. Ini bukan kebiasaan saya ketika mulut mercon saya tidak bisa dikendalikan, mungkin karena ada hal yang lebih penting menyita perhatian saya.
Tags: Etika, Gerundelan, Prihatin
Posted in Stop Media Bullying!
#indonesiajujur Ibu Siami: Potret Budaya “Sakit”
June 19th, 2011 Posted 11:10 pm
Minggu ini, saya, beberapa teman, dan 4 remaja homeschooler dari kelas menulis saya akan mengkritisi kasus yang dialami Ibu Siami. Tidak ada batasan tertentu dalam setiap tulisan. Tulisan adalah bentuk kemerdekaan pendapat penulisnya. Tulisan ini juga akan ditautkan ke #indonesiajujur: Suarakan dukunganmu akan kejujuran!
Terus terang, sebetulnya saya bingung harus mulai dari mana. Terlalu parah kasus ini dan membuat saya sulit untuk “bermanis-manis” dalam menulis. Semangat mercon saya lebih kuat daripada semangat nrimo. Maka, demi menjadi guru yang baik bagi teman-teman menulis saya, inilah tulisan mercon apa yang ada di otak dan hati saya atas kasus Ibu Siami.
Budaya Menyontek
Satu kata sederhana yang tidak sesederhana itu ketika dipandang sebagai sebuah tindakan. Ada keruwetan yang pelik dan dilematis bagi sebagian orang.
Tags: Etika, Gerundelan, Pendidikan, Prihatin
Posted in Ibu Siami: Potret Budaya "Sakit"
Sahabatmu Bukan Sahabatku, atau Kamu Bukan Sahabatku?
December 7th, 2009 Posted 2:42 pm
Beberapa waktu lagi aku baru saja “berantem” dengan seorang sahabat. Paling tidak, sampai detik berantem itu, aku masih menganggap kami bersahabat. Kenapa aku menggunakan kata “berantem”? Untuk menunjukkan bahwa yang diributkan memang kemudian jadi gak mutu. Urusan penghargaan sebagai sahabat jadi terkubur dengan prinsip “urusan masing-masing”.
Semua manusia pasti punya jejaring sahabat sendiri kan? Tidak mesti seorang sahabat mengenal sahabat lain dari sahabatnya itu. Seandainya si Sahabat adalah si X, lalu aku si Y, dan sahabatnya si Sahabat adalah si Z, maka aku sebagai si Y tidak mesti kenal dengan si Z meskipun ada banyak alasan untuk si Y kenal dengan si Z bahkan juga bersahabat. Karena “terminalnya” adalah si X, maka si X bersahabat dengan si Y dan si Z. Sudah cukup jelas kan, ya?
Tags: Buku My Life is An Open Book, Curhat, Etika, Gerundelan, Kasih, Luka Batin, Maaf, Sahabat
Posted in Sahabatmu Bukan Sahabatku atau Kamu Bukan Sahabatku?
Macet Bukan Karena Si Komo Lewat
October 15th, 2009 Posted 12:24 am
Pagi ini, sebagai bagian dari rutinitas, aku berangkat menuju sekolah anak-anak. Di sebuah bundaran sebelum gerbang besar kompleks, para pengendara terlihat semrawut tak karuan. Bingung mau ambil jalan yang mana. Ternyata, ada sebuah acara bernuansa keagamaan di klub olah raga situ. Aku berusaha mengikuti petunjuk dari petugas yang ada. Bukan marka jalan yang dipasang, malah beberapa petugas di tiap persimpangan atau belokan yang dipasang. Pagar betis? Gak tau juga. Makin lama aku mulai disorientasi. Ini jalannya lewat mana sih? Bisa runyam urusannya nih. Terlambat sampai sekolah, siap-siap diperenguti Si Bungsu deh!
Tuh, bener kan! Baru mbatin langsung kejadian. Maceee…ttt! Tapi bukan karena Si Komo lewat. Siap-siap diperenguti sampe sekolah kalau begini urusannya. Kulihat jam tanganku, jam 9.15. Mana mungkin dalam 15 menit bisa menempuh jarak 3 km dalam keadaan kayak gini?
Tags: Curhat, Etika, Gerundelan, Prihatin
Posted in Macet Bukan Karena Si Komo Lewat
Kortek = Korban Teknologi
August 26th, 2009 Posted 9:08 am
Internet, dunia maya yang sangat menyenangkan. Semua ada di situ. Mau belanja bisa, mau main bisa, mau kenalan juga bisa. Segala bisa. Berbagai situs menyenangkan mulai dari blog seperti Blogger dan WordPress, microblogging seperti Twitter dan Plurk, social networking seperti Facebook dan MySpace sampai fasilitan chatting seperti Yahoo! Messenger dan Meebo sungguh mengundang siapa saja untuk ikut di dalamnya.
Anak-anak, berapapun matang jiwanya, tetap saja anak-anak. Baru saja aku chatting dengan keponakan yang usianya 12 tahun, kelas 1 SMP. Singkat cerita, awalnya dia tanya-tanya soal Yahoo Messenger. Setelah penjelasan panjang-lebar, belakangan baru dikatakannya, “Waduh Tante, aku pake BB, jadi gak tau. Nanti deh kalo pake laptop.”
Tags: Etika, Prihatin
Posted in Kortek = Korban Teknologi
Mengutip bukan Menjiplak
August 7th, 2009 Posted 7:29 am
Karya orang bagus maka layak untuk di-copy paste. Ok, itu masuk akal.
Meng-copy paste secara utuh tulisan tanpa pencantuman sumber dan/atau tanpa ijin, ok itu juga masih bisa aku tolerir.
Meng-copy paste tulisan dengan sedkit modifikasi lalu dibubuhi nama “penulis baru”, itu namanya menjiplak.
Lalu, seperti apa etika pengutipan yang baik dan sopan?
Institusi/individu yang ksatria selalu meminta ijin dan menyantumkan sumber tulisan berikut nama penulisnya. Tulisan yang di-copy paste utuh, persis sama seperti aslinya meskipun hanya satu paragraf. Tidak dimodifikasi sedikitpun.
Itu cara pengutipan yang baik.
Tags: Etika, Hak Cipta, Pendidikan, Plagiat, Prihatin
Posted in Mengutip bukan Menjiplak








