Posts Tagged ‘Motivasi’
Mengajar = Menyemangati
May 25th, 2011 Posted 11:29 am
Setelah mengadakan workshop di World Book Day 2011 lalu, akhirnya aku memberanikan diri untuk menerima kelas reguler. Kali ini pesertanya remaja berusia 14-16 tahun. Kelas mini berisi 4 remaja luar biasa.
Kakekku seorang guru, nenekku juga seorang guru. Tak heran kalau naluri mengajar selalu menggoda. Guruku banyak, ada di mana-mana. Anehnya, aku bahkan nyaris tidak pernah merasa aku adalah seorang guru!
Salah seorang guruku yang juga sahabatku, akhirnya “memaksaku” dengan berkata, “Sudah waktunya kamu berbagi.” Ah, betapa tidak adilnya aku! Selalu minta diajari tapi belum pernah sungguh-sungguh menjadi guru.
Akhirnya, aku mengajar 4 remaja itu dengan karakternya masing-masing. Ada yang masih malu-malu, ada yang sangat terlihat jelas jiwa pemberontaknya, wah seru deh!
Tags: Motivasi, Pendidikan
Posted in catatan iseng
Surat untuk Sahabat Pena (3)
December 4th, 2009 Posted 12:17 pm
Duhai sahabat gue yang diberkati Tuhan,
Gue sangat berduka, sepeninggal pertemuan itu lu malah jatuh sakit. Lu bilang, waktu kita ketemu lu sudah gejala sakit. Kenapa gak bilang? Lu tau gak, rasanya blingsatan begitu beberapa hari kemudian lu bilang kalo lu sakit. Suara lu lemah banget. Gue gak bisa bantu apa-apa. Gue gak bisa terbang ke sana. Gue gak bisa ke apotik beliin lu obat dan lu tinggal berbaring dengan manis di ranjang yang harus lu anggap nyaman itu. Manusia mana yang tega mengetahui sahabatnya sudah terlambat mengejar tenggat kerja dalam keadaan sakit dan gak punya uang? Mau cepet selesaiin kerja, tapi sakit. Mau sembuh biar cepet selesai, gak bisa beli obat. Jadi kayak bahas ayam sama telor. Mau mana duluan? Kerja dulu biar dapat uang untuk beli obat atau beli obat dulu biar sehat dan bisa cepet selesai kerja?
Tags: Doa, Harapan, Kasih, Malaikat, Motivasi, Sahabat, Surat, Syukur
Posted in Surat untuk Sahabat Pena (3)
Surat untuk Sahabat Pena (2)
November 6th, 2009 Posted 7:31 pm
Hei…
Mengingat biasanya kita ber-gue-elu, maka kali ini lebih enak begitu.
Tadi sore, akhirnya gue menangis. Kenapa? Hm… gue belum pernah cerita ya. Tapi gak penting kenapa gue menangis. Jangan GR dulu, ini bukan menangisi elu. Gue menangis karena problem gue. Yang penting adalah saat gue menangis itu yang perlu lu tahu.
Waktu gue menangis, gue inget elu. Tiba-tiba aja elu datang terus mengajak berdoa. Bagai anak kecil yang nurut begitu aja, gue berdoa. Bukan berdoa tepatnya. Menyapa Dia. Emang udah setahun ini gue menyapa dia basa-basi, pake pamrih pula. Di doa itu, gue sempet bilang, “Tuhan, sampaikan padanya, aku baik-baik aja.” Setidaknya itu yang gue usahakan detik itu. Kita mendaraskan doa dalam diam. Tapi gue bahagia banget berdoa bareng lu. Seketika rasanya enteee…ng banget! Beberapa jenak kemudian gue berhenti nangis. Lalu gue telpon lu untuk bilang gue baik-baik aja. Gue gak mau lu deg-degan di tengah apa yang tengah lu kerjakan, seperti sebelumnya.
Tags: Doa, Harapan, Kasih, Malaikat, Motivasi, Sahabat, Surat, Syukur
Posted in Surat untuk Sahabat Pena (2)
Surat untuk Sahabat Pena
October 30th, 2009 Posted 4:14 am
Hei…
Butuh waktu beberapa jenak untukku menulis ini untukmu. Aku harus meredakan sesak dan mataku yang basah. Ketika aku menulis ini, pasti kamu sudah terlelap. Mataku masih basah sedikit.
Tiba-tiba saja malam menjelang dini hari ini aku teringat kamu. Tepat beberapa saat sebelum aku tidur. Aku “nonton film” kamu lagi. Biasanya yang muncul hanya adegan kita duduk diam. Hanya diam. Atau, sesekali adegannya adalah kamu berdiri sendirian, terlalu gengsi untuk memanggilku. Aku yang jatuh iba melihatmu nelangsa pol menghampiri dan memelukmu erat sampai kamu menangis. Aku memelukmu terus sampai tangismu berhenti. Juga tanpa kata-kata.
Tags: Doa, Harapan, Kasih, Luka Batin, Malaikat, Motivasi, Sahabat, Surat, Syukur
Posted in Surat untuk Sahabat Pena
Mengecil Di Antara Yang Membesar
September 2nd, 2009 Posted 9:18 am
Pak dan Bu Kasur. Tokoh lain yang selalu menginspirasi. Mereka konsisten untuk menjadi Guru TK, guru pertama bagi para siswanya. Mereka selalu ceria, mengajar bernyanyi dan bercerita. Kebetulan mereka adalah teman baik Opung dan Nenek.
Pak dan Bu Kasur, dua orang yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri di dunia pendidikan anak-anak. Kenapa anak TK, bukan anak SD? Itu menarik. Mengajar anak SD memiliki kebanggaan bahwa anak didiknya memiliki ilmu yang terukur dengan nilai. Anak TK tidak mengenal nilai dan rapor. Mengajar anak SD bisa memberi hukuman dan sanksi, mengajar anak TK tidak bisa menghukum dan memberi sanksi. Tetap saja pertanyaannya: kenapa anak TK?
Tags: Kasih, Motivasi, Yuk Nulis!
Posted in Mengecil Di Antara Yang Membesar
Semangat Pak Tino Sidin
August 24th, 2009 Posted 7:20 pm
Bagi mereka yang berusia 30 tahun ke atas pasti ingat sosok Pak Tino Sidin. Bersahaja dengan topi khasnya, berkaca mata besar dengan tangkai plastik hitam, gigi yang tak beraturan menghiasi senyum sumringahnya, berambut ikal, kebapakan sekali. Pak Tino Sidin selalu membawakan acara Gemar Menggambar di TVRI era 1980an.
Satu hal yang tidak bisa dilupakan dari seorang Tino Sidin, beliau selalu mengatakan, “Bagus!” Satu kata sederhana yang dulu tidak bermakna apa-apa ketika aku kecil. Setelah dewasa, baru paham bagaimana rasanya dipuji meskipun karyaku bukan main jeleknya.
Tags: Kasih, Motivasi, Yuk Nulis!
Posted in Semangat Pak Tino Sidin








