Posts Tagged ‘Pendidikan’
Hormat… G’rak!!
August 18th, 2010 Posted 12:56 pm
Tags: Homeschooling, Pendidikan, Robotik, Si Bungsu, Si Sulung
Posted in Hormat… G’rak!!
Road to IRO 2010: Cepat, Tepat, Teliti!
August 10th, 2010 Posted 5:04 pm
Tags: Homeschooling, Pendidikan, Robotik, Si Sulung
Posted in Road to IRO 2010: Cepat Tepat Teliti!
Road to IRO 2010: Catat, Analisa, Perbaiki!
June 16th, 2010 Posted 9:19 am
Rapor sudah diterima!
Libur telah tiba!
Si Sulung dan Si Bungsu sudah pamitan dengan sekolah lamanya. Penuh menjadi homeschooler!
Liburan. Hm… ngapain ya? Eh, lupa! Kan Si Sulung mau persiapan buat Indonesian Robotic Olympiad (IRO) 2010. Emang sih, masih tgl 14 Agustus nanti. Tapi kan, sekarang aja belum tau mau bikin model apa. Mumpung liburan, bisa latihan setiap [...]
Tags: Homeschooling, Pendidikan, Robotik, Si Bungsu, Si Sulung
Posted in Road to IRO 2010: Catat Analisa Perbaiki!
Sharing: Homeschooler yang sudah jadi “orang” (1)
June 4th, 2010 Posted 5:00 pm
Tags: Homeschooling, Pendidikan, Surat
Posted in Sharing: Homeschooler yang sudah jadi “orang” (1)
“Toilet!”
April 19th, 2010 Posted 9:37 am
Tags: Homeschooling, Pendidikan, Si Bungsu, the De.N.eL.s
Posted in “Toilet!”
Drama Lain dari Sebuah Kompetisi
April 14th, 2010 Posted 11:43 am
Tags: Homeschooling, Pendidikan, Robotik, Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Sulung, Syukur, the De.N.eL.s
Posted in Drama dari Sebuah Kompetisi
Bu Guru, Belajar Dong! (3)
January 28th, 2010 Posted 5:45 pm
Tags: Pendidikan, Prihatin, Si Sulung
Posted in Bu Guru Belajar Dong! (3)
Kepada Yth. Ibu Guru
January 25th, 2010 Posted 11:00 am
Tags: Pendidikan, Prihatin, Si Sulung, Surat
Posted in Kepada Yth. Ibu Guru
Bu Guru, Belajar Dong! (2)
January 25th, 2010 Posted 8:00 am
Tags: Pendidikan, Prihatin, Si Sulung
Posted in Bu Guru Belajar Dong! (2)
Bu Guru, Belajar Dong!
September 15th, 2009 Posted 4:21 pm
Tags: Pendidikan, Prihatin, Si Sulung
Posted in Bu Guru Belajar Dong!
Mengutip bukan Menjiplak
August 7th, 2009 Posted 7:29 am
Karya orang bagus maka layak untuk di-copy paste. Ok, itu masuk akal.
Meng-copy paste secara utuh tulisan tanpa pencantuman sumber dan/atau tanpa ijin, ok itu juga masih bisa aku tolerir.
Meng-copy paste tulisan dengan sedkit modifikasi lalu dibubuhi nama “penulis baru”, itu namanya menjiplak.
Lalu, seperti apa etika pengutipan yang baik dan sopan?
Institusi/individu yang ksatria selalu meminta ijin dan menyantumkan sumber tulisan berikut nama penulisnya. Tulisan yang di-copy paste utuh, persis sama seperti aslinya meskipun hanya satu paragraf. Tidak dimodifikasi sedikitpun.
Itu cara pengutipan yang baik.
Tags: Etika, Hak Cipta, Pendidikan, Plagiat, Prihatin
Posted in Mengutip bukan Menjiplak
Mental Pendidikan Plagiat
August 6th, 2009 Posted 7:52 pm
Karena sudah Surat Permohonan Maaf yang layak dimuat di http://lensadarbi.blogspot.com/2009/08/surat-untuk-ibu-g-lini-hanafiah_15.html, maka atrikel ini saya edit.
Siang tadi, iseng-iseng aku buka www.copyscape.com. Sebuah layanan situs yang bisa mendeteksi apakah blog kita dikopi orang. Biasanya, hasil yang keluar ya dari blogku juga atau dari www.yuknulis.com, blog yang aku bangun untuk mewadahi teman-teman penulis pemula. Begitu keluar hasilnya dari blog lain, aku pikir memang “dipinjam”, karena aku sering mengalami begitu. Isi di-copy paste. Utuh, tidak kurang tidak lebih. Biasanya, setelah aku beri komentar, mereka minta ijin baik-baik. Lagipula, mereka tidak membubuhkan nama mereka seolah-olah itu adalah karya mereka.
Tapi ini berbeda. Judul aslinya “Aku Tidak Bodoh, Ma” diganti dengan “Hari Anak Nasional 2009″, gambar Si Sulung dan Si Bungsu diganti dengan clipart seorang gadis kecil berjilbab, lalu diberi nama penulisnya “Adie Adrie“. Seketika kepalaku terasa panas, badan gemetar menahan emosi. Kenapa begini?
Tags: Curhat, Pendidikan, Plagiat, Prihatin
Posted in Mental Pendidikan Plagiat
Aku Tidak Bodoh, Ma
July 23rd, 2009 Posted 8:33 am
Hari Anak Nasional 2009
Hari ini pestanya anak-anak Indonesia. Apakah mereka sungguh bisa menjadi diri sendiri? Aku tidak yakin. Banyak anak-anak yang tidak bisa jadi dirinya sendiri. Sadarkah bahwa tuntutan lingkungan terutama orang tua menyiksa mereka?
Kemarin, tetangga sebelahku – yang memang selalu berteriak – bicara di telepon. Agak sulit untuk tidak menguping apapun yang dikatakan ibu itu, suaranya terdengar ke mana-mana. Apalagi aku sambil jemur baju di teras, percakapan sebelah pihak itu jelas betul terdengarnya.

“Ya, Bu. Biarin aja! Pokoknya anak saya jangan boleh pulang kalau belum bisa baca soalnya. Kemarin nilainya B, Papanya marah banget. Nilainya jelek!” Anak yang dibicarakan itu usianya sebaya dengan Si Sulung, harusnya juga kelas 1 SD. Bertetangga sebelahan dengan ibu itu membuatku stress dengan teriakannya sepanjang waktu, jadi ya sudahlah gak usah berakrab ria. Makanya aku gak tau anak itu sekolah di mana.
Tags: Kasih, Keluarga, Pendidikan, Prihatin, Si Bungsu, Si Sulung
Posted in Aku Tidak Bodoh Ma








