Posts Tagged ‘Puisi’
Melani si kuda poni kecil
July 23rd, 2010 Posted 6:58 pm
(Mikayla Karissa Denel)
Ekornya pendek Matanya biru Rambutnya, mukanya, ekornya Semua coklat Melani tinggal di kandang Bersama ayah, ibu, dan adiknya Kandangnya besar Berwarna coklat Melani si kuda poni Ia baik hati Suka menolong Temannya banyak[...]
Tags: Puisi, Si Sulung
Posted in Melani si kuda poni kecil
Kasmaran
July 19th, 2010 Posted 8:54 am
Mari
Dekat sini
Bukan
Jangan di situ
Geser
Sedikit lagi
Nah, begitu
Di sebelahku
Akan kugenggam hatimu
Bolehkah?
Kidung Rindu
July 9th, 2010 Posted 12:34 pm
Beri aku
Setitik kerlingan
Sekadar menikmati binar jenakamu
Seulas senyuman
Sekadar merasakan pesonamu
Sepercik sentuhan
Agar aku merasakan hangatmu
Bawalah aku
Dalam mimpimu
Dalam rengkuhmu
Seperti kamu
Selalu ada
Dalam fajar dan senjaku
Tags: Cinta, Kasih, Puisi
Posted in Kidung Rindu
Kartini(ku)
April 21st, 2010 Posted 2:30 pm
Tags: Puisi, Si Sulung
Posted in Kartini(ku)
Pengasingan
November 18th, 2009 Posted 9:42 pm
Sebuah pengasingan
Entah sebuah kegiatan
Atau sebuah keadaan
Tidak menjamin keterasingan
Dan ketenangan
Justru jadi keriuhan
Yang memuakkan
Tags: Curhat, Gerundelan, Luka Batin, Puisi
Posted in Pengasingan
Hujan di Yogya
November 18th, 2009 Posted 9:34 pm
Yogya basah
Hujan, bukan gerimis
Tetesnya tidak mampu mengalahkan tangis
Yang kering dan basah menjadi siklus
Tak mampu membasuh luka
Yang justru makin lebar menganga
Tawa yang harusnya di sini
Menjadi lara sendiri
Tags: Curhat, Luka Batin, Puisi
Posted in Hujan di Yogya
Doa Ulang Tahun Buat Ayah
November 10th, 2009 Posted 12:25 am
Tags: Doa, Puisi, Si Ayah, Syukur, the De.N.eL.s, Ulang Tahun
Posted in Doa Ulang Tahun Buat Ayah
Antara Jus Mangga dan Rantang
November 7th, 2009 Posted 1:44 am

Kamu melukis kita
Duduk di atas rumput di tepi danau
Di hadapan mentari senja
Di sampingnya ada rantang berisi makanan
Diberi catatan: Agar tidak kelaparan!
Sambil memelototi sketsamu
Kamu membuat jus mangga ajaib
Resep a la seorang Sarjana Teknik Kimia
Dengan campuran jeruk nipis, bawang putih, dan garam
Diberi catatan: Jangan dicoba, rasanya gak karuan!
Apakah untuk melukis rindumu
Kamu perlu mabuk minuman mengerikan itu?
Membayangkannya saja aku sudah mabuk!
Tags: Cinta, Puisi, Sahabat
Posted in Antara Jus Mangga dan Rantang
Di Mana?
November 6th, 2009 Posted 10:59 pm
Saat pertama kalinya aku tahu hendak ada di mana
Saat kamu tidak tahu akan ada di mana
Di situlah kita
Bersama
Dalam riuh dan senyap
Begitulah.
Dibacakan pada suatu malam yang baru menjelang…
Hadiah Puisi dari Seorang Sahabat
November 3rd, 2009 Posted 8:15 am
Tags: Doa, Kasih, Puisi, Sahabat, To Infinity and Beyond, Ulang Tahun
Posted in Hadiah Puisi dari Seorang Sahabat
Telepon: Nyambung dan Salah Sambung
October 14th, 2009 Posted 1:40 am
Ragu-ragu kuputar nomor teleponmu sambil mencari-cari alasan yang tepat mengapa meneleponmu. Belum sempat aku menemukan alasan – setelah tiga kali bunyi “tut” – suaramu jernih di seberang sana berkata, “Halo…” Mati aku! Kenapa cepat sekali kamu angkat teleponnya? Aku belum menemukan alasannya. Duh!
“Ya, halo. Ini Kamu kan?”
“Ya. Ini siapa?” Kamu pasti bingung sebingung aku di sini.
“Ini Aku…” Sempat-sempatnya aku batuk.
“Kamu? Tumben telepon? Ada apa?” Tumben? Ini pertama kalinya bukan?? Ada apa? Itulah yang sedang kucari tahu! Biarlah kalau aku tampak dungu saat ini.
“Just wanna say hi… Kamu sudah sembuh? Eh, ganggu gak?” Terserah kamu mau menangkap suaraku yang grogi atau tidak.
“Gak, lagi baca koran.” Kamu seketika berisik dengan suratmu yang senada dengan berita di koran.
Tags: Curhat, Puisi
Posted in Telepon: Nyambung dan Salah Sambung
Pertemuan Tiga Menit
October 14th, 2009 Posted 1:30 am
Tergesa aku menuju lokasi rendezvous kita
Aku terlambat
Sudah terbuang waktu yang sempit itu
Baru pertemuan pertama sudah terlambat?
Perempuan macam apa aku ini?
Pasti kamu sudah duduk manis di kedai itu
Akhirnya sampai juga
Bergegas memarkir mobil
Berjalan dengan langkah lebar-lebar
Menjaga agar napasku tidak tersengal
Tags: Curhat, Puisi
Posted in Pertemuan Tiga Menit
Ugh!
June 13th, 2009 Posted 3:18 pm
Ponselku jadi pendiam
Tak lagi cerewet
Tak ada pesan darimu
Tak ada telepon darimu
Kotak suratku jadi lengang
Tak lagi sesak
Tak ada surat darimu
Tak ada kiriman ceritamu
Kamu jadi tak tersentuh
Jauh di luar jangkauan
Telepon tak berjawab
Surat tak berbalas
Banyak hal yang aku pahami mulai jadi misteri
Banyak rahasia kita mulai tak ada lagi
Kesibukan menjadi alasan
Rasanya seperti orang yang disingkirkan
Semua tanda tanya di hatiku tak terjawab
Aku mulai lelah bersandiwara
Aku hanya bisa berkata
Sampai kapan kamu akan begitu?
Ugh!








