Posts Tagged ‘Si Ayah’
Drama Lain dari Sebuah Kompetisi
April 14th, 2010 Posted 11:43 am
Tags: Homeschooling, Pendidikan, Robotik, Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Sulung, Syukur, the De.N.eL.s
Posted in Drama dari Sebuah Kompetisi
Membuat Topi Natal bersama Ayah
January 12th, 2010 Posted 9:25 pm
Tags: Sekolah, Si Ayah, Si Bungsu
Posted in Membuat Topi Natal bersama Ayah
To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Kembali Waras, Kembali Cerdas)
January 5th, 2010 Posted 4:52 am
(lanjutan dari To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif))
Kembali Waras, Kembali Cerdas
“I’ll be home for Christmas” itu harus dibuat monumentalnya. Tahap pertama, “nodong” Romo Pakdhe – seorang sahabat baikku – untuk Sakramen Tobat. Urusan mengakui dosa campur curhat itu membuatnya terkaget-kaget. Setidaknya, beberapa kali ia menunjukkan ekspresi terperangah dan geleng-geleng tak habis pikir. Dari obrolan itu, ada banyak hal menarik bagi Romo Pakdhe untuk dijadikan bahan renungan. Beberapa pertanyaan yang cukup “ajaib” ditujukan ke Si Ayah.
Misalnya, “Kamu kan berhak untuk melarang Lini pergi.”
“Kalau Lini saya larang, dia akan makin menjadi. Kalau dibiarkan, dia akan sadar sendiri.”
“Seandainya kamu dilarang pergi, bagaimana?” Kali ini pertanyaannya padaku.
“Gak apa-apa kalau dilarang asal detik itu juga kami pergi ke konseling atau apalah untuk menyelesaikan masalah ini.”
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Cinta, Doa, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Perjalanan, Si Ayah, Si Ibu, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Kembali Waras-Kembali Cerdas)
To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat, Bodoh, Primitif)
January 4th, 2010 Posted 9:16 pm
Tuhan bekerja dengan berbagai macam cara, termasuk cara yang jauh di luar akal sehat kita. Dengan penuh keyakinan aku mengatakan, “Seandainya aku tidak mengalami segala kejahatan dan kebodohan ini, belum tentu segala yang indah ini kurasakan hari ini. Rasanya seperti melewati lubang jarum!”
Perkawinan, tentu saja tidak semudah dan seindah prosesi janji perkawinan yang diadakan pada hari bahagia itu. Ketika merencanakan hari pernikahan, semua bisa diatur dan direncanakan dengan “mudah” meskipun ada saja hal yang di luar dugaan. Sadarkah, ketika urusan pemilihan baju pengantin dan segala tetek-bengeknya terjadi perselisihan, itu adalah “replika” dari kehidupan perkawinan yang sesungguhnya. Persiapan hari pernikahan butuh tiga bulan, misalnya. Sementara dinamika yang sama akan dihadapi selama seumur hidup. Setidaknya, tidak ada orang yang ketika yakin untuk menikah lalu berkata pada kekasihnya, “Aku akan menikahimu selama tiga tahun,” atau, “Aku akan menikahimu sampai aku bosan,” atau “Aku akan menikahimu sampai menemukan yang lain lagi nanti.”
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Cinta, Doa, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Perjalanan, Si Ayah, Si Ibu, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in To Infinity and Beyond… Vol. II (eps. Jahat-Bodoh-Primitif)
Natal, Selalu Istimewa
November 30th, 2009 Posted 11:14 pm
Dimuat di Kuasa Doa Vol. 4, No. 10, Desember 2009
Natal, selalu menjadi hal sentimentil buatku.
Natal pertamaku tahun 2002
Singkat cerita, saat itu aku baru saja dibaptis. Pengantin baru yang memiliki janin berusia tiga bulan di rahimku. Dengan kondisi mual-dan-muntah-selalu, tidak mungkin aku merasakan Misa Malam Natal. Sejak dulu memang aku suka sekali dengan suasana Natal yang dipenuhi anak-anak. Pilihannya jatuh pada Misa Natal Anak-anak jam 9.00.
Rasa gembiraku lebih mirip anak-anak ketimbang calon ibu. Rasanya kembali ke masa kecil. Melihat banyak sekali anak-anak berbaju merah dengan topi Santa Clause. Menyanyikan lagu Natal anak-anak. Mendengarkan koor anak-anak. Menyaksikan tablo Natal yang dibawakan anak-anak yang ceritanya “memang begitu”. Air mata haru dan senyum gembira jadi satu. Pasti aneh sekali wajahku saat itu dengan perut yang tidak terlalu buncit.
Tags: Doa, Gereja, Harapan, Kasih, Keluarga, Majalah Kuasa Doa, Natal, Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Sulung, the De.N.eL.s
Posted in Natal Selalu Istimewa
Doa Ulang Tahun Buat Ayah
November 10th, 2009 Posted 12:25 am
Tags: Doa, Puisi, Si Ayah, Syukur, the De.N.eL.s, Ulang Tahun
Posted in Doa Ulang Tahun Buat Ayah
Hadiah Jujur dari Anak-anak
November 2nd, 2009 Posted 9:15 am
Tags: Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Sulung, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in Hadiah Jujur dari Anak-anak
Hari Ini, Tujuh Tahun Lalu
November 1st, 2009 Posted 4:00 pm
Tags: Si Ayah, Si Ibu, the De.N.eL.s, To Infinity and Beyond
Posted in Hari Ini Tujuh Tahun Lalu
Aku Marah di Hadapan Altar-Nya
October 19th, 2009 Posted 9:27 am
Setelah bertahun-tahun tidak lagi rutin ke gereja, hari Minggu kemarin aku ke gereja. Aku bukan orang yang bisa menyambut Ekaristi dalam keadaan marah dan benci. Aku marah, aku benci, aku terluka. Urusan domestik yang tak kunjung terselesaikan selama empat tahun terakhir sungguh mengganggu stabilitas mental dan jiwa yang akhirnya berpengaruh pada ketahanan fisikku. Sakit-sakitan, lebih kurus dari biasanya yang memang sudah kurus, sulit berkonsentrasi.
Si Ayah bukan orang yang religius, jadi tak perlu berharap diajak ke gereja. Setidaknya, ini salah satu bukti bahwa aku migrasi karena “mengikut suami”. Ikut ke mana, wong pergi sendiri? Mungkin memang seharusnya aku pergi sendiri kalau dia tak mau ikut. Biar dia dan anak-anak main di rumah. Berhubung Si Lini ini idealis, ke gereja ya harusnya komplit, akhirnya “mengalah” dan kompak semuanya tinggal di rumah.
Tags: Doa, Gereja, Harapan, Kasih, Keluarga, Luka Batin, Maaf, Si Ayah, Syukur
Posted in Aku Marah di Hadapan Altar-Nya
Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Pembantu
September 29th, 2009 Posted 1:29 am
Sebenarnya tadi pagi waktu nyiapin anak-anak berpakaian mau berangkat ke sekolah sambil nonton berita pagi sudah terpikir mau nulis. Keliling-keliling dulu, malamnya sakit kepala. Eehh… keburu Femi nulis di blognya soal yang sama. Kena getaran yang sama? Gak tau hehehe…
Tadi pagi itu, di berita pagi sebuah tivi swasta, narasumbernya adalah seorang penyalur PRT dan Moza Pramita. Lupa persisnya, tapi inget banget Moza bilang, “Dari ibu rumah tangga jadi pembantu.” Sampai akhir tayangan ga ada penjelasannya – apakah Moza ngeledek temen-temennya di facebook atau pernyataan dia, atau apa lah – justru malah tertawa. Kalau tidak salah, Moza malah sempat ngomong sambil ketawa, “Saya nyapu berantakan…” Apa maksudnya? Yang jelas, pernyataan itu bikin aku marah! Emosi jiwa, jek! Dari ibu rumah tangga jadi pembantu? Merasa hina gitu?
Tags: Keluarga, Prihatin, Si Ayah
Posted in Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Pembantu
Minta Map, Bukan Amplop
September 16th, 2009 Posted 1:11 pm
Tags: Senyum, Si Ayah
Posted in Minta Map Bukan Amplop
Adventurous Holiday
July 8th, 2009 Posted 12:01 am
Tags: Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Putih, Si Sulung, the De.N.eL.s
Posted in Adventurous Holiday
Kemping Ulang Tahun
March 9th, 2009 Posted 8:22 pm
“Unity in Diversity” bersama Bp. Uskup
Orang Muda Katolik Sarimawartoba
(Sumbersari, Margahayu, Waringin, Moh. Toha, Buah Batu)
Ranca Upas, Ciwidey, Bandung
7-9 Maret 2009
Tambah Usia – KLA Project – Klasik
Bertambah satu usiamu
Oh semoga penuh warna
Semakin indah hatimu
Berikan cinta tuk semuaKau telah tercipta
Sebagai insan istimewa
Tumbuh dalam jiwa
Terus bahagia dan raih citaSyukur tuk Yang Kuasa
Atas beragam anugerah
Kusertakan doa
Panjang umur kasih berlimpahIkuti hidup yang mengalir
Dan reguklah hingga akhir
Karena dunia terus berubah
Jangan kau terlena dan goyah(Tambah Usia, KLa Project)
Setahun lalu pada ulang tahunku, Tuhan berkenan memberi kesempatan aku mempublikasikan buku “My Life is An Open Book” yang saat itu berupa e-book dan kubagi gratis. Ulang tahunku kali ini, Tuhan berkenan memberi kesempatan aku untuk menikmati indahnya hutan dan gunung bersama orang-orang terkasih dan teman-teman. Di tengah 400 orang peserta dan panitia dari 5 paroki sekeuskupan Bandung: Sumbersari, Margahayu, Waringin, Moh. Toha dan Buah Batu. Termasuk Bp. Uskup Bandung Mgr. Pujasumarta, Fr. Haryanto dan Pastor Wahyu. Di udara yang dingin menggigit, di ketinggian sekitar 2000m, menikmati bintang yang bersinar pada jam 5 pagi dan kabut tebal yang masih ada hingga jam 6.30.
Sabtu dini hari 7 Maret 2009, aku meluncur ke Bandung bersama Si Ayah, Si Bungsu dan Si Sulung. Pagi itu aku ada janji bertemu dengan Ibu Pud di kediaman Mgr. Puja untuk merayakan Ekaristi harian. Ibu Pud adalah seorang pembacaku yang hidupnya dramatis, akan kuceritakan lain kali. Singkatnya, Ibu Pud demikian terinspirasinya sampai hidupnya yang mati suri selama sekitar 2 tahun kini kembali “hidup”.
Tags: Bandung, Ngobrol Bareng, Perjalanan, Si Ayah, Si Bungsu, Si Sulung, Syukur, Ulang Tahun
Posted in Kemping Ulang Tahun
Valentine, Bila Kau Mau Berbagi
February 18th, 2009 Posted 3:23 pm
Aku gak pernah ngerayain Valentine sama Si Ayah, terhitung sejak pacaran berarti sudah sekitar 7 tahun. Malah pernah kira-kira setahun atau dua tahun lalu aku sampai nangis-nangis minta merayakan Valentine tapi gak juga kesampaian. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk gak berharap lagi romantis-romantisan sama pasangan. Valentine kan bukan cuma milik yang berpasangan, tapi juga berbagi kasih dengan siapa saja.
Lalu datanglah tawaran itu, tepat di hari Valentine, aku diminta untuk jadi pembicara di 2 tempat dengan jadwal yang berurutan di Bandung. Wah, anugerah besar nih! Kastanya sekarang sudah jadi pembicara. Biasa sebagai jurnalis memburu narasumber sekarang jadi narasumber. Pengalaman baru ketimbang cuma merayakan Valentine dengan sebatang coklat dan setangkai bunga. Sempat juga terbersit di benakku, apa sih makna Valentine buatku?
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Kasih, Ngobrol Bareng, Perjalanan, Sahabat, Si Ayah
Posted in Valentine Bila Kau Mau Berbagi
Ngasong @ Paulus & Gandarusa, Bandung, 24-25 Jan 08
January 27th, 2009 Posted 9:13 am
Intensi kali ini membantu OMK Sarimawartoba mengumpulkan dana untuk kemping bersama Uskup “Unity in Diversity” tgl 7-9 Maret 2008 di Ranca Upas.
Proficiat! Terima kasih banyak atas kerja kerasnya untuk menjual bukuku. Aku senang dengan sebutan ngasong, kenapa? Karna literally kita menjajakan buku, jemput bola ke umat. Itu jauh lebih baik ketimbang menunggu umat yang datang menghampiri.
Tags: Bandung, Buku My Life is An Open Book, Kasih, Ngasong Buku, Perjalanan, Sahabat, Si Ayah
Posted in Ngasong @ Paulus & Gandarusa Bandung
“Mudik” ke Borromeus: 2 Minggu
January 5th, 2009 Posted 4:42 pm
Selama 2 minggu kmaren aku “mudik” ke Borromeus. Ngapain? Nemenin Mama Mertua. Berangkat tgl 22 bertiga sama anak2, Si Ayah nyusul tgl 24 nunggu majalahnya kelar. Toh gak kelar juga, tapi karna surat cuti sudah di tangan ya tinggal aja…
Mama Mertua penderita diabetes, ada luka di kakinya. Awalnya sederhana, kakinya yang sering kapalan diguntingi padahal Si Emak punya penyakit diabetes. Karna diguntingi, artinya kan luka meskipun ga berdarah. Jadinya kulit telapak jempol kakinya bolong. Karena tidak berdarah dan tidak pedih, dianggapnya tidak luka. Dari luar memang bolong kecil, dalamnya siapa tahu?
Tags: Bandung, Doa, Kasih, Keluarga, Mama Mertua, Ngasong Buku, Perjalanan, Purbalingga, Si Ayah, Si Bungsu, Syukur
Posted in Mudik ke Borromeus 2 Minggu
Adiksi Kasih
January 4th, 2009 Posted 4:42 pm
Manusia senang sekali disayang. Orang tua pada anaknya, antarsahabat, antarpasangan. Lalu ketika kasih sayang itu hilang, orang itu akan berubah jadi pemarah, pemurung, merasa tidak berguna dan sebagainya. Lihat saja para remaja yang sedang kasmaran lalu putus cinta, siapa yang tidak patah hati? Mengurung diri di kamar, tidak enak makan, tidak bisa tidur, tidak ada semangat.
“Mengapa oh mengapa…”
Lihat juga orang-orang yang uring-uringan karena sahabatnya tidak lagi memperhatikannya. Karena kesibukan atau mendapat sahabat baru, sahabat lama dibuang sayang. Tidak ada lagi ke bioskop bareng, telepon haha-hihi, tempat curhat yang menyenangkan. Lalu pihak yang “ditinggalkan” akan mencari kompensasi lain.
Tags: Doa, Kasih, Sahabat, Si Ayah
Posted in Adiksi Kasih











