Posts Tagged ‘Si Sulung’
Lanjutan dari Bu Guru, Belajar Dong! (2).
Setelah kasus main salon-salonan yang berakibat Si Sulung jadi sasaran Bu Guru dan membuat kami orang tuanya menghadap ke Suster Kepala SD, beberapa hari kemudian memang Bu Guru sedikit membaik sikapnya. Kami mengira Bu Guru sudah berubah. Ternyata tidak!
Dua hari lalu, Si Sulung pulang dengan uring-uringan seperti sebelumnya. Apa [...]
Ini adalah surat yang kami sampaikan pada Ibu Guru dalam artikel Bu Guru, Belajar Dong! (2). Surat ini sudah saya sunting.
Kepada Yth.
Ibu Guru
Wali Kelas 1B
Dengan hormat,
Kami, orang tua Mikayla Karissa Denel kelas 1B, menyatakan keberatan atas tindakan Ibu Guru terhadap Mikayla kemarin siang. Tindakan Ibu Guru untuk “menanyai” Mikayla dengan cara tersebut sangat tidak [...]
Surat yang kami sampaikan pada Ibu Guru ada di Kepada Yth. Ibu Guru
Setelah satu semester aku dan Si Ayah cukup bersabar dengan pola pendidikan Bu Guru di sekolah Si Sulung, akhirnya kesabaran kami menipis juga. Sebetulnya, kemurkaan ini menjadi klimaks pada sebuah kejadian yang sangat tidak menyenangkan. Supaya lebih paham duduk perkaranya, aku akan menceritakannya [...]
Dimuat di Kuasa Doa Vol. 4, No. 10, Desember 2009
Natal, selalu menjadi hal sentimentil buatku.
Natal pertamaku tahun 2002
Singkat cerita, saat itu aku baru saja dibaptis. Pengantin baru yang memiliki janin berusia tiga bulan di rahimku. Dengan kondisi mual-dan-muntah-selalu, tidak mungkin aku merasakan Misa Malam Natal. Sejak dulu memang aku suka sekali dengan suasana Natal yang dipenuhi anak-anak. Pilihannya jatuh pada Misa Natal Anak-anak jam 9.00.
Rasa gembiraku lebih mirip anak-anak ketimbang calon ibu. Rasanya kembali ke masa kecil. Melihat banyak sekali anak-anak berbaju merah dengan topi Santa Clause. Menyanyikan lagu Natal anak-anak. Mendengarkan koor anak-anak. Menyaksikan tablo Natal yang dibawakan anak-anak yang ceritanya “memang begitu”. Air mata haru dan senyum gembira jadi satu. Pasti aneh sekali wajahku saat itu dengan perut yang tidak terlalu buncit.
(more…)
Tags: Doa, Gereja, Harapan, Kasih, Keluarga, Natal, Si Ayah, Si Bungsu, Si Ibu, Si Sulung, the De.N.eL.s
Posted in Natal Selalu Istimewa
Kartu-kartu ini diberikan pada kami kemarin pagi setelah sarapan.
“Ayah sama Ibu merem dulu!” Begitu teriak Si Sulung dan Si Bungsu sambil kembali ke meja makan.
“Sekarang buka matanya. Surprise!!” Keduanya mengacungkan gambarnya masing-masing.
“Happy anniversary, Ibu!” kata mereka sambil mendekap erat dan mendaratkan ciuman di pipiku.
“Happy anniversary, Ayah!” kata mereka juga sambil mendekap erat dan mendaratkan [...]
Siang itu, perjalanan pulang jemput anak-anak dari sekolah. Si Sulung cerita, “Bu, aku punya mainan baru nih. Vyel mau main gak?”
“Mainnya gimana, La?” Aku bertanya.
“Ayo, Kak. Ajarin. Kita main!” Si Bungsu dengan kehebohan seperti biasa.
“Gini…” Lalu Si Sulung menjelaskan caranya. Si Sulung memang lemah dalam menjelaskan sesuatu. Dengan sedikit ngerti gak ngerti, ya dianggap saja [...]
Seperti biasa, sesekali sepulang menjemput anak-anak di sekolah kami sering mampir ke sebuah hypermarket dekat situ. Beli susu, beli biskuit, apa aja yang bukan masuk belanja bulanan.
Selesai putar sana-sini, ambil ini-itu, perut juga mulai keroncongan, waktunya bayar dan pulang! Hari biasa jam 10 begitu hypermarket manapun cenderung sepi. Jadi daripada antri, mending pilih kasir yang [...]
Hari Sabtu pagi itu, aku dan Si Ayah janjian dengan wali kelas Si Sulung. “Mau konsultasi, Bu,” begitu alasanku. Tepatnya: aku mau mempertanyakan hasil ulangan Si Sulung yang sedikit aneh.
Si Sulung memang cerdas, nilainya banyak yang sembilan atau sepuluh. Tapi selalu kutekankan, “Dapat nilai enam saja Ibu sama Ayah sudah bangga, Nak!” Jadi ketika hasil [...]
Comments Off
July 26th, 2009 Posted 10:28 pm
(Mikayla Karissa Denel)
Seekor anjing bernama Leji.
Leji lucu sekali, dia kecil warnanya coklat
Dia melihat seekor kuda, ayam dan burung
Leji berlari menuju burung, ayam dan kuda
Dia berkenalan bersama ayam,burung,dan kuda
Leji bilang, “Hai, namamu siapa?”
Jawab kuda, “Namaku Helani.”
Kata Helani, “Namamu siapa?”
Kata Leji, “Namaku Leji.”
Kata Helani, “Hei, namanya lucu sekali.”
Kata Leji, “Dulu aku rumahnya sama keluargaku jadi aku dinamain [...]
Comments Off
July 26th, 2009 Posted 12:40 pm
(Mikayla Karissa Denel)
Si kuda Helani dan si burung Melani berjalan-jalan
Kata Melani, “Hei Helani, ayo kita kunjungi ayam itu.”
Berkata Helani, “Iya Mel, ayo kita kunjungi.”
Lalu berdua itu ke ayam dan Melani turun dengan badan tegak, berkata helani, “Hei,ayam kau
kehilangan ibumu.”
Ayam itu sedih dan dia bilang, “Bukan, aku ini kehilangan teman. Helani dan Jalu, sarapan dahulu.”
Dia jalan-jalan [...]