Posts Tagged ‘Ulang Tahun’
Ulang Tahunku ke-7
May 16th, 2010 Posted 4:49 pm
Tags: Si Sulung, the De.N.eL.s, Ulang Tahun
Posted in Ulang Tahunku ke-7
Rekor… Rekor…
March 26th, 2010 Posted 9:36 am
Tulisan ini harusnya dimuat tgl 19 Maret 2010. Karena sibuk sampai lupa ada artikel ini.
Gak pernah terpikir untuk mendaftarkan Yuk Nulis! ke sebuah lembaga pencatat rekor di Indonesia. Gara-gara nulis keroyokan waktu Valentine itu, para Nuliser usul untuk mencatatkan nulis keroyokan itu. Akhirnya, ya dicoba deh. Gak ada salahnya juga nyoba kan? Surat permohonan dikirim, kategorinya “penulisan estafet dengan penulis terbanyak dalam waktu tercepat”. Suruh tunggu seminggu. Oke, kita “sabar menanti mode on” deh.
Sudah telat seminggu sejak waktu yang dijanjikan. Menunggu selama dua minggu sejak dikirimnya surat permohonan ternyata gemesin juga. Akhirnya kutelepon seorang petinggi lembaga itu yang nama dan nomornya tertera di surat balasan. Ia minta dikirimkan bukunya. Nyetak dua eksemplar khusus buat lembaga ini. Buku dikirim.
Tags: Gerundelan, Ulang Tahun, Yuk Nulis!
Posted in Rekor… Rekor…
Dua, Dua, Tiga, Satu
March 24th, 2010 Posted 12:15 pm
Sebetulnya saya berhutang cerita ini pada Fonny empat hari. Maaf ya, Fon
Dua tahun. Kalau manusia, umur dua tahun itu lagi cerewet-cerewetnya karena baru lancar ngomong bahkan baru bisa jika sedikit terlambat seperti Si Sulung. Ulang tahun pertama memang tidak dirayakan karena tulisannya juga tidak terlalu banyak apalagi penghuninya. Belum apa-apa. Belum layak dirayakan.
Ulang tahun ke dua, penghuninya sudah 32 Nuliser sangat aktif, 81 Nuliser aktif, dan 247 member milis (termasuk 113 Nuliser tadi di dalamnya). Sudah banyak Nuliser yang mumpuni bahkan Femi dan Fonny sudah punya fans page sendiri—Femi dengan Femi on the Blog dan Fonny dengan Chapters of Fonny’s Life. Kerja keras mereka sudah layak membuahkan hasil, keringat mereka sendiri, mandiri. Via Lattea tentu turut bangga. Ini perlu dirayakan!
Tags: Buku My Life is An Open Book, Si Ibu, Syukur, Ulang Tahun, Yuk Nulis!
Posted in Dua Dua Tiga Satu
Untaian Warna-warni di 33
March 17th, 2010 Posted 5:23 pm
Sangat banyak hadiah dan doa yang kuterima. Rasanya kok egois kalau disimpan sendiri ya? Ini sebagian dari lebih 600 ucapan dan doa yang menarik untuk dibagi. Ada yang lucu, ada yang puitis, ada gambar. Silakan menginterpretasikan sesuai keyakinan masing-masing
Yang “Salah Pencet”
Nining Sayekti Pribadiningtyas met ultah yg ke 17 ya….be happy sis…
Nurul Sholeha Happy brithday k2 hanifah ..
Cmoga sukses slalu..
Max Oroh ‘met ULTAH ya, Rin!!!
Sigit Hp …sabar…urung rejeki…
Yang “No Komen Deh”….
Stefanus Christianto Hepi Berdey, ya Mbak. Mudah2an kali ini ngga salah ngasi ucapan. Hehehehe
Antonius Haryanto SUT………………..
Anang Yb selamat ulang tahun ya… terus jaga kesintinganmu agar terarah dan fokus.
Burhan Abe Selamat bertambah tua bu,,,, semoga panjang usia
Fani Yunata Selamat berkurang usia
Fx Arnoko Dewayanto Ya udah, gak usah muach2an deh. Selamat ulang tahun, jabat erat, panjang sehat dan rejeki plus semakin cantik dan sabar. Jangan lupa kuenya dikirim ke tempatku ya…
Tags: Doa, Senyum, Si Ibu, Syukur, Ulang Tahun
Posted in Untaian Warna-warni di 33
Angka Tiga Itu Ada Dua
March 15th, 2010 Posted 4:52 pm
Ketika aku menulis ini, virus flu masih setia menemani. Semoga teman-temin tidak tertular
Ini sudah H+7 kalau mau memakai istilah acara seremonial macam mudik Lebaran. Sejak tgl 8 Maret jam 02.30 tengah malam buta, aku sudah sibuk membalasi segudang ucapan dan doa untukku. Detik ini, aku masih juga membalasi arus ucapan dan doa darimu semua, tetap ditemani virus flu yang setia dengan sesekali “uhuk-uhuk” dan suara yang lenyap. Setidaknya, ada 600 lebih ucapan dan doa yang kuterima dan harus kubalas baik lewat Facebook, pesan singkat, surat-e, dan layanan pesan instan. Wow!!
Sejak hari Sabtu, sebetulnya aku sudah mulai flu tapi apa daya, “tuntutan” untuk rapat dengan pihak sekolah disambung dengan mengangkat suara di Misa Syukur seorang kawan di Kanisius. Ajaib memang, meskipun sudah mulai flu dan sakit di tenggorokan (atau kerongkongan ya?) urusan tarik suara itu berjalan baik.
Tags: Si Ibu, Syukur, the De.N.eL.s, Ulang Tahun
Posted in Angka Tiga Itu Ada Dua
Doa Ulang Tahun Buat Ayah
November 10th, 2009 Posted 12:25 am
Tags: Doa, Puisi, Si Ayah, Syukur, the De.N.eL.s, Ulang Tahun
Posted in Doa Ulang Tahun Buat Ayah
Hadiah Puisi dari Seorang Sahabat
November 3rd, 2009 Posted 8:15 am
Tags: Doa, Kasih, Puisi, Sahabat, To Infinity and Beyond, Ulang Tahun
Posted in Hadiah Puisi dari Seorang Sahabat
Kemping Ulang Tahun
March 9th, 2009 Posted 8:22 pm
“Unity in Diversity” bersama Bp. Uskup
Orang Muda Katolik Sarimawartoba
(Sumbersari, Margahayu, Waringin, Moh. Toha, Buah Batu)
Ranca Upas, Ciwidey, Bandung
7-9 Maret 2009
Tambah Usia – KLA Project – Klasik
Bertambah satu usiamu
Oh semoga penuh warna
Semakin indah hatimu
Berikan cinta tuk semuaKau telah tercipta
Sebagai insan istimewa
Tumbuh dalam jiwa
Terus bahagia dan raih citaSyukur tuk Yang Kuasa
Atas beragam anugerah
Kusertakan doa
Panjang umur kasih berlimpahIkuti hidup yang mengalir
Dan reguklah hingga akhir
Karena dunia terus berubah
Jangan kau terlena dan goyah(Tambah Usia, KLa Project)
Setahun lalu pada ulang tahunku, Tuhan berkenan memberi kesempatan aku mempublikasikan buku “My Life is An Open Book” yang saat itu berupa e-book dan kubagi gratis. Ulang tahunku kali ini, Tuhan berkenan memberi kesempatan aku untuk menikmati indahnya hutan dan gunung bersama orang-orang terkasih dan teman-teman. Di tengah 400 orang peserta dan panitia dari 5 paroki sekeuskupan Bandung: Sumbersari, Margahayu, Waringin, Moh. Toha dan Buah Batu. Termasuk Bp. Uskup Bandung Mgr. Pujasumarta, Fr. Haryanto dan Pastor Wahyu. Di udara yang dingin menggigit, di ketinggian sekitar 2000m, menikmati bintang yang bersinar pada jam 5 pagi dan kabut tebal yang masih ada hingga jam 6.30.
Sabtu dini hari 7 Maret 2009, aku meluncur ke Bandung bersama Si Ayah, Si Bungsu dan Si Sulung. Pagi itu aku ada janji bertemu dengan Ibu Pud di kediaman Mgr. Puja untuk merayakan Ekaristi harian. Ibu Pud adalah seorang pembacaku yang hidupnya dramatis, akan kuceritakan lain kali. Singkatnya, Ibu Pud demikian terinspirasinya sampai hidupnya yang mati suri selama sekitar 2 tahun kini kembali “hidup”.
Tags: Bandung, Ngobrol Bareng, Perjalanan, Si Ayah, Si Bungsu, Si Sulung, Syukur, Ulang Tahun
Posted in Kemping Ulang Tahun
Yang Kecil dan Tidak Penting
December 28th, 2008 Posted 7:00 pm
Beberapa hari ini sejak aku di kota ini, aku menjadi religius sekali. “Mengusir suntuk,” begitu menurut Bapa Uskup. Karena aku setidaknya sudah seminggu di sini – belum termasuk minggu sebelumnya aku di sini selama 5 hari – dan setidaknya masih akan di sini selama 3 hari, maka aku menjadi kerap berkirim SMS dengan Bapa Uskup. Melaporkan progress report Mama Mertua yang sudah mondok di rumah sakit selama sebulan dan entah sampai kapan.
Mama Mertua diabetes, lalu ada luka kecil di kakinya. Tidak sakit dan tidak berdarah memang. Tapi siapa tau di balik telapak kakinya yang biasa-biasa saja ternyata berkumpul bakteri ganas yang membuat telapak kakinya busuk, bau dan bernanah. Meskipun sudah masuk ruang operasi setidaknya 3 kali, bakteri itu akhirnya mencari sasaran lain. Pindah ke punggung kaki dan atas mata kaki. Aku memang belum pernah liat sendiri, tapi deskripsi dari Si Ayah cukup jelas bahwa dari lubang besar di telapak kaki yang hanya menyisakan tumit dan pangkal jari kaki, sempat terlihat tulangnya yang putih sehat. Itu sebabnya Dokter optimis tidak perlu amputasi. Toh, nyatanya pada operasi ke 8, kelingking kaki kiri Mama Mertua tetap harus diamputasi. Menurutku dan Si Ayah, cukup minor ketimbang menyelesaikan secara instan mengamputasi dari lututnya. Secara psikologis, Mama Mertua yang mandiri dan biasa ke mana-mana sendirian harus mengenakan kaki palsu dan belum tentu membuatnya percaya diri. Belum lagi efek dari kemungkinan lecet dan infeksi. Sampai sekarang, Mama Mertua sudah menjalani 10x operasi kecil.
Tags: Kasih, Si Ayah, Ulang Tahun
Posted in Yang Kecil dan Tidak Penting
Ungkapan Cinta untuk Bapa Uskup
December 27th, 2008 Posted 6:58 pm
Sabtu, 27 Desember 2008, Bapa Uskup genap berusia 59 tahun.
Ketika aku sedang menunggui Mama Mertua di Rumah Sakit, Bapa Uskup kirim SMS, “Lini, besok datang ke ultahku ya, ada misa pagi di kapel.”
Wooooowwww… seperti anak kecil aku melonjak kegirangan. Mimpi apa diundang ke ultah orang sepenting Bapa Uskup?
Jam 7 kurang aku dan Si Ayah tiba di Green House. Beberapa orang sudah datang. Misa di kapel mungil itu penuh sesak. Diikuti setidaknya 20 orang. Intensi misa dipersembahkan untuk ultah Bapa Uskup sekaligus pesta Santo Yohannes sebagai santo pelindung Bapa Uskup.
Tags: Bandung, Doa, Kasih, Sahabat, Si Ayah, Syukur, Ulang Tahun
Posted in Ungkapan Cinta untuk Bapa Uskup











