Telepon: Nyambung dan Salah Sambung
Ragu-ragu kuputar nomor teleponmu sambil mencari-cari alasan yang tepat mengapa meneleponmu. Belum sempat aku menemukan alasan – setelah tiga kali bunyi “tut” – suaramu jernih di seberang sana berkata, “Halo…” Mati aku! Kenapa cepat sekali kamu angkat teleponnya? Aku belum menemukan alasannya. Duh!
“Ya, halo. Ini Kamu kan?”
“Ya. Ini siapa?” Kamu pasti bingung sebingung aku di sini.
“Ini Aku…” Sempat-sempatnya aku batuk.
“Kamu? Tumben telepon? Ada apa?” Tumben? Ini pertama kalinya bukan?? Ada apa? Itulah yang sedang kucari tahu! Biarlah kalau aku tampak dungu saat ini.
“Just wanna say hi… Kamu sudah sembuh? Eh, ganggu gak?” Terserah kamu mau menangkap suaraku yang grogi atau tidak.
“Gak, lagi baca koran.” Kamu seketika berisik dengan suratmu yang senada dengan berita di koran.
Tanpa malu, sungkan, kikuk, apalah namanya, kamu lancar bercerita. Giliran ceritaku, dengan tekun kamu mendengarkan tanpa menyela. Obrolan pun mengucur deras dari urusan gereja, pengendara motor sampai class meeting renang. Ternyata kita nyaris satu SMA. Kamu keburu dideportasi sebelum aku masuk kelas 1. Seandainya kamu tidak dideportasi, mungkin juga kita tidak kenal sekarang.
Kamu begitu marahnya dengan manusia-manusia yang tidak mau ikut perubahan.
“Karena mereka enggan meninggalkan zona nyamannya,” kataku.
“Karena mereka gak mau gelisah. Berubah itu kan gelisah. Orang macam itu bagusnya hidup di hutan agar berpikir,” katamu.
“Orang macam itu jika terdampar di hutan justru makin gelisah dan bisa mati berdiri. Gelisah harus berebut makanan dengan monyet. Gelisah bagaimana keluar dari situ. Lihat Tom Hanks di filmnya Cast Away, begitu gelisah untuk kembali pada kekasihnya. Sibuk memperhitungkan ini musim apa, bulan apa. Membuat banyak catatan…”
Kamu tertawa.
Sudah kuduga, kamu sebetulnya periang, bukan tipe dementor yang membuat orang tersedot energinya. Kamu bisa tertawa dan mentertawakan apa saja.
Lama kita ngobrol. Akhirnya harus diakhiri karena ada yang harus kamu kerjakan.
Aku senang sekali. Dengan sok tahu aku juga yakin kamu senang. Mana ada orang tidak senang mau diganggu telepon berlama-lama? Kulihat jam dinding, kok sama seperti tadi? Ah, ternyata jam dindingku ngadat! Aku tidak berhasil menghitung berapa lama percakapan kita.
Tiba-tiba teleponku berdering.
“Halo, Mbak ada?”
“Siapa ini? Kamu ya?”
“Ya.”
“Kayaknya Kamu salah pencet deh. Kamu mau telepon siapa?”
“Saya mau telepon bini, saya lagi anter anak potong rambut. Ini siapa?”
Duniaku runtuh!!
Kamu punya anak istri? Tapi kamu bukan tipe playboy cap jempol, aku yakin sekali.
“Ini Kamu bukan sih? Ini Pe ya?” Kusebut nama temanku yang lain.
“Iya.”
Legaaa… Kenapa aku sampai meyakinkan dua kali? Kamu tidak pernah bilang “saya”. Kamu orang yang menganggap panggilan “Elu” dan “Gue” yang paling demokratis.
Aku nyaris telepon kamu lagi untuk cerita ini. Tapi biarlah lewat tulisan ini aja kamu baca sendiri.
Tertarik dengan yang ini?
This entry was posted on Wednesday, October 14th, 2009 at 1:40 am and is filed under Telepon: Nyambung dan Salah Sambung. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








9:34 am on October 14th, 2009
he he he ….salah sambung, tapi nyambung….ga kebayang deh bisa curhat selama itu…..tapi bisa saja terjadi…dan kalau ga punya bini…??? dari salah sambung bisa ketemu jodoh barangkali,….enak ih ceritanya….!!
11:53 am on October 14th, 2009
@ Shinta: matur tengkiyu Mbak, lagi nyoba “gaya” baru
1:05 pm on October 14th, 2009
saya menyukai ‘gaya’ barumu. tapi tetep kangen dengan sentuhan lamamu.
*yang sedang menjilat luka, karena terlalu banyak berharap*
1:09 pm on October 14th, 2009
@ Pamuji: sentuhan lama yg mana Mas?
1:33 pm on October 14th, 2009
jam nya udah dibetulin kan… jarumnya udah bukan di angka 7 lagi kan..
1:37 pm on October 14th, 2009
@ DK: makasih hun… mo ujan bekelir kamu mampir ke blogku?
12:55 am on October 15th, 2009
Halooo??
Bisa bicara dengan ‘Salah Sambung’?
hihihi…
9:57 am on October 15th, 2009
@ Femi: wah, Salah Sambung lagi ga bisa bicara. ada pesan?
12:32 pm on October 15th, 2009
Hmmm… Pesan apa ya???
Pesan nasi goreng spesial ada? Wkwkwkwkwk…
12:46 pm on October 15th, 2009
Klo salah sms ????? *jadul mode on *
1:04 pm on October 15th, 2009
@ Femi: spesial ga pake piring juga ada bu, langsung dari wajan…
@ Intan: klo itu soundtracknya “Unforgetable” hehehe
1:39 pm on October 15th, 2009
asik ceritanya lini.. enjoy bacanya..
1:50 pm on October 15th, 2009
Telepon: Nyambung dan Salah Sambung
Cerita ini kayaknya asyik. Tapi jujur aku kurang paham, mugnkin perlu membacanya lagi. Aku juga menyimak komentar2, ah …malah + bingung. Lepas dari itu semua, kukira penulisnya sangat kreatif.
1:51 pm on October 15th, 2009
gpp deh, jadi banyak jatahnya hihihi
2:12 pm on October 15th, 2009
@ Teddi: thx
2:12 pm on October 15th, 2009
@ Peng: perlu imajinasi emang hehehe
2:14 pm on October 15th, 2009
@ Femi: yoee…
5:52 pm on October 15th, 2009
Salah nyanbung membawa kebaikan !!!
8:56 pm on October 15th, 2009
@ Ronaldo: amiinn…
4:50 pm on October 16th, 2009
ternyata ada makna dibalik salah sambung
jadi ada cerita deh untuk dibagikan
8:09 pm on October 17th, 2009
@ DW: