<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tempat Kosong Itu Untukmu</title>
	<atom:link href="http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu</link>
	<description>have fun in your tears. go mad in your laughter.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 04:59:57 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Lini</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-856</link>
		<dc:creator>Lini</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 13:02:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-856</guid>
		<description>@ Leonita: terima kasih untuk komennya. makin berwarna, makin seru ya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Leonita: terima kasih untuk komennya. makin berwarna, makin seru ya <img src='http://lini.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: leonita</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-855</link>
		<dc:creator>leonita</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 12:57:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-855</guid>
		<description>Dear Lini, 
tulisannya menambah pengetahuanku tentang pengalaman pribadi orang katolik, walaupun saya punya pengalaman sedikit berbeda dengan Lini di tempat tersebut. Menurut saya dengan gaya2 yang berbeda sungguh menunjukkan bahwa betapa kayanya gereja katolik itu, sebagai umat kita bisa memilih mana yang terasa pas untuk membawa kita semakin dekat denganNya. Sedikit sharing pribadi, saya justru bertekad untuk menjadi orang Katolik yang lebih baik, bukan hanya sekedar misa hari minggu, tapi juga menjadi rindu untuk berdoa dan membaca kitab suci setiap hari, misa harian lebih sering setelah retret ditempat tersebut, dan bahkan bertambah keyakinan saya bahwa iman Katolik adalah sungguh memang yang terbaik untuk saya. Gbu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Lini,<br />
tulisannya menambah pengetahuanku tentang pengalaman pribadi orang katolik, walaupun saya punya pengalaman sedikit berbeda dengan Lini di tempat tersebut. Menurut saya dengan gaya2 yang berbeda sungguh menunjukkan bahwa betapa kayanya gereja katolik itu, sebagai umat kita bisa memilih mana yang terasa pas untuk membawa kita semakin dekat denganNya. Sedikit sharing pribadi, saya justru bertekad untuk menjadi orang Katolik yang lebih baik, bukan hanya sekedar misa hari minggu, tapi juga menjadi rindu untuk berdoa dan membaca kitab suci setiap hari, misa harian lebih sering setelah retret ditempat tersebut, dan bahkan bertambah keyakinan saya bahwa iman Katolik adalah sungguh memang yang terbaik untuk saya. Gbu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lini</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-803</link>
		<dc:creator>Lini</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 19:54:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-803</guid>
		<description>@ Theo: sharingnya menarik. yah, namanya warna-warni kehidupan. kalo semua umat seragam nanti ga seru lagi. yang penting, memerdekakan pendapat orang lain. mereka ga bisa maksa kita, kita juga ga boleh maksa mereka. setuju ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Theo: sharingnya menarik. yah, namanya warna-warni kehidupan. kalo semua umat seragam nanti ga seru lagi. yang penting, memerdekakan pendapat orang lain. mereka ga bisa maksa kita, kita juga ga boleh maksa mereka. setuju ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: theo lintang</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-802</link>
		<dc:creator>theo lintang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 15:11:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-802</guid>
		<description>saya juga heran kenapa sekarang banyak umat Katolik yang &quot;mabuk mujizat&quot; ? dua bulan lalu saya diajak teman-teman retret kesana selama tiga hari. Karena tertarik dengan cerita kawan-kawan itu aku jadi penasaran ikutan kesana. Memang seperti yang diceritain mbak Lin, tatacara liturgi disana kayaknya aneh ! aku juga jadi kayak orang kuper. masak saya disuruh teman-teman untuk ikutan tetpuk-tepuk tangan ? Sudah dicoba tapi tidak bisa, tanganku mencoba tapi hati tidak bisa diajak kompromi. Hal yang menjadi pusat perhatianku adalah yang katanya mujizat penyembuhan. Mengapa begitu banyak orang yang &quot;mabuk mujizat&quot; ? Dan, yang paling aku tidak habis pikir bagaimana mungkin orang begitu yakin bahwa si imam kondang memiliki &quot;kuasa&quot; besar untuk meyembuhkan ? Siapa yang mengangkat mereka sebagai wakil Yesus untuk menyembuhkan orang dengan tatacara liturgi demikian ? Mengapa mereka dengan demikian &quot;angkuh&quot; seolah-olah wakil Yesus di dunia ? Coba kita cermati kisah-kisah dalam Alkitab :

1. Lihat perwira Kapernaum yang demikian besar imannya sehingga dia yakin Yesus pasti mampu menyembuhkan pelayannya. Tapi .. apa yang dikatakan perwira itu? Ya, Tuhan tidak pantas aku bila Tuhan datang kerumahku tapi berkatalah sepatah kata saja maka hambakuakan sembuh. Disitu ada unusr kerendahan hati.
2. Lihatlah Petrus, seorang yang diberi kuasa demikian besar oleh Yesus sendiri yaitu sebagai pemegang kunci Kerajaan Sorga, tapi apa yang dikatakan Petrus ketika dia menyembuhkan orang lumpuh ? &quot;Emas dan perak tidak ada padaku, tapi apa yang ada padaku kuberikan semuanya kepadamu. Dalam nama Yesus berjalanlah&quot; Sekali lagi, disana ada unsur kerendahan hati yang sangat dalam. &quot;tidak ada emas dan perak padaku&quot; seakan akan Petrus mau mengatakan aku ini bukan apa-apa . . . ! Justeru di kedua kisah tersebut yang berintikan kerendahan hati yang menyembuhkan orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya juga heran kenapa sekarang banyak umat Katolik yang &#8220;mabuk mujizat&#8221; ? dua bulan lalu saya diajak teman-teman retret kesana selama tiga hari. Karena tertarik dengan cerita kawan-kawan itu aku jadi penasaran ikutan kesana. Memang seperti yang diceritain mbak Lin, tatacara liturgi disana kayaknya aneh ! aku juga jadi kayak orang kuper. masak saya disuruh teman-teman untuk ikutan tetpuk-tepuk tangan ? Sudah dicoba tapi tidak bisa, tanganku mencoba tapi hati tidak bisa diajak kompromi. Hal yang menjadi pusat perhatianku adalah yang katanya mujizat penyembuhan. Mengapa begitu banyak orang yang &#8220;mabuk mujizat&#8221; ? Dan, yang paling aku tidak habis pikir bagaimana mungkin orang begitu yakin bahwa si imam kondang memiliki &#8220;kuasa&#8221; besar untuk meyembuhkan ? Siapa yang mengangkat mereka sebagai wakil Yesus untuk menyembuhkan orang dengan tatacara liturgi demikian ? Mengapa mereka dengan demikian &#8220;angkuh&#8221; seolah-olah wakil Yesus di dunia ? Coba kita cermati kisah-kisah dalam Alkitab :</p>
<p>1. Lihat perwira Kapernaum yang demikian besar imannya sehingga dia yakin Yesus pasti mampu menyembuhkan pelayannya. Tapi .. apa yang dikatakan perwira itu? Ya, Tuhan tidak pantas aku bila Tuhan datang kerumahku tapi berkatalah sepatah kata saja maka hambakuakan sembuh. Disitu ada unusr kerendahan hati.<br />
2. Lihatlah Petrus, seorang yang diberi kuasa demikian besar oleh Yesus sendiri yaitu sebagai pemegang kunci Kerajaan Sorga, tapi apa yang dikatakan Petrus ketika dia menyembuhkan orang lumpuh ? &#8220;Emas dan perak tidak ada padaku, tapi apa yang ada padaku kuberikan semuanya kepadamu. Dalam nama Yesus berjalanlah&#8221; Sekali lagi, disana ada unsur kerendahan hati yang sangat dalam. &#8220;tidak ada emas dan perak padaku&#8221; seakan akan Petrus mau mengatakan aku ini bukan apa-apa . . . ! Justeru di kedua kisah tersebut yang berintikan kerendahan hati yang menyembuhkan orang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lini</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-537</link>
		<dc:creator>Lini</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 04:52:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-537</guid>
		<description>@ Grace: tenang Cie, ntar kukasi tau klo butuh temen. klo ga ngasih tau artinya udah pergi sendiri ato emang blon pergi hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Grace: tenang Cie, ntar kukasi tau klo butuh temen. klo ga ngasih tau artinya udah pergi sendiri ato emang blon pergi hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Grace</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-536</link>
		<dc:creator>Grace</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:15:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-536</guid>
		<description>Oops yang komen banyak ya . . . 

Eniwei mo komen juga. Itu udah hampir 15 tahun yl
nyanyi sorak-sorak bergembira, barang kali sejalan
dengan waktu, pertumbuhan iman dan juga umur .. weks..
aku semakin ditarik dalam keheningan.

Nyanyi gegap gempita seperti itu cuma sebedug sekali,
kalau hati di cari ga nemu, lalu dari pada marah mending
nyanyi teriak2 sambil mengexpresikan diri dan memuaskan hati. 
Nah duduknya harus agak berjauhan sehingga kalau -goyang
kiri . .goyang kanan . .putar kekiri, putar kekanan ..
(sambil nyanyi dalam gerak dan lagu) tdk mengganggu yg sebelahnya.

Ga jadi masalah caranya, ga jadi soal bagaimana gayanya . .
yg pasti yg harus dicari adalah pengalaman bertemu dgn Tuhan.

Jadi mari kita coba ke gereja lain di sekitar sini aja . .
bersedia koq menemani . . .kasih tahu aja ya kapan. hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oops yang komen banyak ya . . . </p>
<p>Eniwei mo komen juga. Itu udah hampir 15 tahun yl<br />
nyanyi sorak-sorak bergembira, barang kali sejalan<br />
dengan waktu, pertumbuhan iman dan juga umur .. weks..<br />
aku semakin ditarik dalam keheningan.</p>
<p>Nyanyi gegap gempita seperti itu cuma sebedug sekali,<br />
kalau hati di cari ga nemu, lalu dari pada marah mending<br />
nyanyi teriak2 sambil mengexpresikan diri dan memuaskan hati.<br />
Nah duduknya harus agak berjauhan sehingga kalau -goyang<br />
kiri . .goyang kanan . .putar kekiri, putar kekanan ..<br />
(sambil nyanyi dalam gerak dan lagu) tdk mengganggu yg sebelahnya.</p>
<p>Ga jadi masalah caranya, ga jadi soal bagaimana gayanya . .<br />
yg pasti yg harus dicari adalah pengalaman bertemu dgn Tuhan.</p>
<p>Jadi mari kita coba ke gereja lain di sekitar sini aja . .<br />
bersedia koq menemani . . .kasih tahu aja ya kapan. hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lini</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-535</link>
		<dc:creator>Lini</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 16:18:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-535</guid>
		<description>@ Agnes: makasih komentarnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Agnes: makasih komentarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agnes</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-534</link>
		<dc:creator>agnes</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 16:07:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-534</guid>
		<description>klo hati sudah g srek ..mo apapun hidangannya ..ya g nafsu mkan 
apapun itu ...mereka adalah kepanjangan tangan firman Tuhan ....sy sng dgn tanggapn yg mengatakan katolik itu kaya akan warna ...kita tinggal pilih warna apa yg kita suka ...selama itu bisa dianggap sbg penghantar Iman kita untk lebih berkembang n mendalam no problemo .....jgn ekstrim bgtu ach ,bgmn pun jg kita satu atap ....dibawah Salb Yesus....tidak boleh menghakimi ...kabar sukacita ygdihantarkan lewat homili bkn unt diperdebatkan ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klo hati sudah g srek ..mo apapun hidangannya ..ya g nafsu mkan<br />
apapun itu &#8230;mereka adalah kepanjangan tangan firman Tuhan &#8230;.sy sng dgn tanggapn yg mengatakan katolik itu kaya akan warna &#8230;kita tinggal pilih warna apa yg kita suka &#8230;selama itu bisa dianggap sbg penghantar Iman kita untk lebih berkembang n mendalam no problemo &#8230;..jgn ekstrim bgtu ach ,bgmn pun jg kita satu atap &#8230;.dibawah Salb Yesus&#8230;.tidak boleh menghakimi &#8230;kabar sukacita ygdihantarkan lewat homili bkn unt diperdebatkan &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lini</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-533</link>
		<dc:creator>Lini</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 15:46:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-533</guid>
		<description>@ Adie: makasih penjelasannya

@ Sasti: hahaha... :D

@ Gie: makasih kutipannya

@ Kelik: matur tengkiyu. salam damai :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Adie: makasih penjelasannya</p>
<p>@ Sasti: hahaha&#8230; <img src='http://lini.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@ Gie: makasih kutipannya</p>
<p>@ Kelik: matur tengkiyu. salam damai <img src='http://lini.via-lattea.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: damar wulan</title>
		<link>http://lini.via-lattea.org/tempat-kosong-itu-untukmu/comment-page-1#comment-531</link>
		<dc:creator>damar wulan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 13:24:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lini.via-lattea.org/?p=768#comment-531</guid>
		<description>keren nih ceritanya!!!!
aku aja blom ikut misa kek gitu2an. Tapi yang aku yakini sih bahwa Tuhan itu mau nyembuhin bisa lewat apa aja kok. Ga harus ikut misa penyembuhan kek gitu, (bukan maksud saya merendahkan atau menyepelekan misa penyembuhan!?) ikut misa biasa aja klo enggak ikut ibadat lingkungan. Saya rasa itu aja udah cukup kok. Yang penting dari diri kita sendiri ada keyakinan bahwa Tuhan akan menyelamatkan kita lewat cara-Nya yang unik. So, usaha, keyakinan, dan harapan menjadi tiga point yang penting untuk sembuh dari segala penyakit, baik fisik maupun psikis. 
sekali lagi makasih buat sharing dari mbak Lini.
salam damai
Kelik hariyanto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keren nih ceritanya!!!!<br />
aku aja blom ikut misa kek gitu2an. Tapi yang aku yakini sih bahwa Tuhan itu mau nyembuhin bisa lewat apa aja kok. Ga harus ikut misa penyembuhan kek gitu, (bukan maksud saya merendahkan atau menyepelekan misa penyembuhan!?) ikut misa biasa aja klo enggak ikut ibadat lingkungan. Saya rasa itu aja udah cukup kok. Yang penting dari diri kita sendiri ada keyakinan bahwa Tuhan akan menyelamatkan kita lewat cara-Nya yang unik. So, usaha, keyakinan, dan harapan menjadi tiga point yang penting untuk sembuh dari segala penyakit, baik fisik maupun psikis.<br />
sekali lagi makasih buat sharing dari mbak Lini.<br />
salam damai<br />
Kelik hariyanto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

