Training Ulang Si Ego

Sudah hampir 3 minggu aku judeg, pusing klo kata orang Jawa. Bawaannya suntuk. Pokoknya gak produktif banget lah. Klopun ada yang dikerjain ya itu bukan nulis, tapi update sana-sini aja. Lagu-lagu di mp3 – mulai dari Safri Duo yang techno percussion sampe Halmahera yang jazzy – biasanya bisa menggoda untuk joged2, kali ini ga mempan.

Kok bisa? Kenapa gak bisa? Namanya juga manusia, lagi datang redupnya. Apalagi ditambah urusan domestik yang udah 3 tahun ga kelar2 bikin hidup makin redup. Mau ngapa-ngapain males. Kayak kena masalah tapi ga ada ujung pangkalnya, ga bisa selesai. Mengingat setahun terakhir full produktif, mungkin Tuhan mau suruh aku “cuti” dulu kli ya.

Semalam, sambil nunggu American Idol (apalagi ada Jamie Foxx-nya wiiiihhh….) gonta-ganti channel. Nyangkut deh di RCTI, ada acara “Masihkah kau mencintaiku?” Ceritanya acara ini dibuat untuk menyatukan lagi pernikahan2 yang sudah retak. Ketentuan permainan adalah setiap jawaban yang match mendapatkan hadiah. Dari 6 pertanyaan “sulit”, hanya 2 yang match.

Episode semalam menampilkan pasutri yang sudah 11 tahun menikah, Dedi dan Siska. Siska menganggap suaminya tidak perhatian karena 11 tahun gak pernah ngucapin selamat ulang tahun. Buat Siska, itu adalah ritual di keluarganya. Buat Dedi, ulang tahun bukan momen istimewa yang perlu diingat. Di sini kondisinya persis seperti aku dan Si Ayah, bedanya bahwa masalah itu tidak membuat kami berpisah.

Pasutri ini juga masing2 masih memiliki orang tua lengkap. Maka si Cucu bernama Tyas memiliki 2 pasang Oma-Opa. Terlihat juga ekonomi Dedi-Siska lebih dari cukup.

Maaf, aku bukan mau bahas acaranya, hehehe…
Yang mau aku amati di sini adalah kehidupan pernikahan dengan berbagai romantikanya.

Pada kasus Dedi-Siska, terlihat sekali Dedi terlalu bergantung pada Ibunya. Ibunda Dedi juga mencolok sekali semangat ikut campurnya, yang kemudian memancing juga semangat ikut campur dari Ibunda Siska. Perseteruan dua hati menjadi peseteruan dua keluarga layaknya Capulet dan Montague di kisah Romeo and Juliet.

Kejadian yang buatku paling konyol adalah ketika Helmy Yahya dan Dian Nitami mempertanyakan pertanyaan terakhir, “Dedi, masihkah kau mencintai Siska?” Bukan jawaban yang keluar, tapi Dedi malah menghampiri Ibunya. Dengan alasan apapun, Siska tentu tidak bisa terima, terlihat dari ekspresinya. Aku juga tidak bisa terima. Ini urusan cintanya pada istrinya, kok malah menghampiri Ibundanya?

Singkat cerita, menurut permainan ini, Siska dan Dedi dianggap kurang komunikasi dan tidak perlu berpisah, meskipun diceritakan bahwa mereka sedang pisah rumah.

Berkaca dari tayangan 1 jam itu, aku banyak merenung. Betapa pasutri itu masih memiliki orang tua lengkap, dengan ekonomi yang cukup, anak yang manis, tapi sungguh memiliki ego besar di mana 4 dari 6 “tuduhan” (jawaban) itu tidak terbukti benar. Padahal, aku dan Si Ayah pasti dapat menjawab dengan benar semua.

Betapa mereka ingin bercerai sedemikian rupa. Sementara aku yang masalahnya bisa dibilang lebih berat, masih tidak terlalu yakin untuk berpisah meskipun nafsu itu begitu besar. Apakah karena mereka memiliki keluarga lengkap sehingga tidak memikirkan harus pulang ke mana? Apakah mereka tidak kawin lari sehingga bisa berpisah begitu mudah?

Banyak pertanyaan yang menggugahku lagi untuk menulis.
Yang jelas, betapapun aku marah dan benci pada Si Ayah dan begitu nafsu untuk berpisah, jika aku ikut acara itu dan dinyatakan match semua, justru dinyatakan “tidak layak untuk berpisah”. Betapapun pertanyaan bagi Dedi-Siska adalah sulit sekali, buat kami itu hal yang sangat sering kami bicarakan. Pernikahan kami memang banyak masalah. Komunikasi juga sering dilakukan. Jangan-jangan, pernikahanku memang gak ada masalah? Berarti, Si Ego harus ikut training ulang….

Tertarik dengan yang ini?

Tags: , , ,

This entry was posted on Thursday, April 30th, 2009 at 10:38 am and is filed under Training Ulang Si Ego. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Training Ulang Si Ego”

  1. bosco
    6:03 pm on April 30th, 2009

    apa tidak lebih masalah handling superego kali ya?

  2. Grace
    10:59 pm on June 15th, 2009

    Iya betul sekali, sering kali yang buat masalah tuh si ego
    bukannya ada masalah . .hehehe

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>