Valentine, Bila Kau Mau Berbagi

Aku gak pernah ngerayain Valentine sama Si Ayah, terhitung sejak pacaran berarti sudah sekitar 7 tahun. Malah pernah kira-kira setahun atau dua tahun lalu aku sampai nangis-nangis minta merayakan Valentine tapi gak juga kesampaian. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk gak berharap lagi romantis-romantisan sama pasangan. Valentine kan bukan cuma milik yang berpasangan, tapi juga berbagi kasih dengan siapa saja.

Lalu datanglah tawaran itu, tepat di hari Valentine, aku diminta untuk jadi pembicara di 2 tempat dengan jadwal yang berurutan di Bandung. Wah, anugerah besar nih! Kastanya sekarang sudah jadi pembicara. Biasa sebagai jurnalis memburu narasumber sekarang jadi narasumber. Pengalaman baru ketimbang cuma merayakan Valentine dengan sebatang coklat dan setangkai bunga. Sempat juga terbersit di benakku, apa sih makna Valentine buatku?

Sabtu pagi itu aku tiba di Bandung. Menyelesaikan beberapa urusan dan mampir ke Borromeus nengok Mertua. Kondisinya baik, sedikit lagi pulih. Mudah-mudahan minggu ini nanahnya bisa bersih dan ditutup lukanya.

Menjelang malam aku tiba di Paroki Paulus Moh. Toha, Bandung. Tema yang diusung adalah “Pacaran = Cinta/Sayang”. Teman-teman OMK sudah menunggu. Mendekati jam 7 malam acara dimulai.

Materi yang disiapkan emang yang ringan-ringan aja, biar gak susah dicerna teman-teman OMK. Cuma memang topiknya – menurutku – terlalu luas, jadi aku fokusin ke “Pacaran Sehat”. Yang perlu ditegaskan di sini adalah: pacaran yang bikin hepi dan no-freesex. Kalau pacaran malah bikin bete, ya mending cari pacar lain. Masa SMA dan kuliah kan masanya pacaran hepi-hepi tanpa beban. Nanti akan ada waktunya pacaran yang serius dan bikin sakit kepala. Banyak juga yang bertanya seputar dunia perpacaran. Malam itu ditutup dengan sharing dari Romo Wahyu seputar cinta pertamanya ketika masih SMP dulu. Romo juga manusia, pernah jatuh cinta.

Acara selama dua jam lebih itu berlangsung cukup seru. Diselingi suguhan musik spontan dari teman-teman yang hadir. Tidak hanya itu, Romo Wahyu juga ikut tampil menjadi bassist di akhir acara. Ketika aku pamit, di tempat parkir Romo Wahyu sedang berbincang dengan teman-teman dari KMK STT Telkom. Mereka menanyakan kesediaanku untuk mengisi acara di kampusnya kapan-kapan. Wow! Tentu saja boleh!

Besoknya, Minggu pagi, 15 Feb 08 aku tiba di salah satu vila Arcamanik, tempat diadakannya acara. Teman-teman KKMK Paroki Mikael Waringin, Bandung sedang ada games outdoor. Kali ini temanya “Cinta = Keputusan”. Wah ini lebih serius. Aku ditemani moderator Handi, Koord KKMK Mikael Waringin.

Acara dimulai 10.30 lewat, berlangsung 1 jam lebih hingga jam 12 siang. Sayang, pesertanya sedikit demi sedikit pulang lebih awal.

Materi yang aku siapin lebih “serius” karena menyangkut Cinta dan Keputusan. Yang perlu ditekankan adalah bagaimana menyikapi risiko yang datang setelah memutuskan. Bahwa kita bisa fight or fly, berpikir keluar dari kotak, dan menjadi diri sendiri. Dalam setiap keputusan, pasti ada Salib dan Pelangi. Para peserta sangat antusias dan membuatku makin bersemangat. Aku kagum pada para peserta karena hampir semua berpendapat bahwa Tuhan memberikan pilihan, bahwa setiap risiko itu harus dihadapi. Aku melihat bahwa semua peserta ingin maju, ingin lebih baik. Ide “berpikir keluar dari kotak” itu memang mudah dimengerti tapi tidak mudah dijalankan. Arus tanya-jawab berlangsung semarak. Rasanya tidak cukup waktu yang ada. Karena Pastor Thomas ternyata sudah hadir di lokasi. Itu artinya acara ngobrol barengnya harus disudahi dulu. Dilanjutkan lagi di dunia maya, di mana kantorku berada.

Setelah itu dilanjutkan dengan Misa yang dipimpin oleh Pastor Thomas. Homili yang disampaikan juga seputar cinta dan keputusan. Mengingatkanku pada momen ketika aku memutuskan untuk menikah dengan Si Ayah.

Ditutup dengan doorprize bukuku. Seru karena ternyata beberapa peserta ingin punya bukuku dan ternyata ada doorprize. Dari 4 pertanyaan yang dilontarkan, semua pemenangnya adalah perempuan. Luar biasa! Mungkin para laki-laki kurang berani? Setidaknya, sebagai bukti pada Pastor Thomas bahwa peserta sungguh menyimak apa yang disuguhkan pada sesi itu.

Lagu persembahan “Betapa Hatiku” cukup kuat untuk membuatku menggulirkan air mata. Sejak lama aku bercita-cita ingin kerja sosial di usia 40. Ternyata Tuhan memberikan kesempatan itu 8 tahun lebih awal. Bahwa aku boleh berbagi dengan orang lain. Dengan latar belakang jurnalisme, tak pernah terlintas di pikiranku bahwa aku suatu hari akan jadi narasumber dan bicara di depan orang banyak. Sudah 6 tahun aku tidak menangis dalam Misa.

11. Betapa Hatiku – Nikita

Betapa hatiku,  berterima kasih Yesus
Kau mengasihiku,  Kau memilikiku
Hanya ini Tuhan persembahanku
Segenap hidupku, jiwa dan ragaku
S’bab tak kumiliki harta kekayaan
Yang cukup berarti ‘tuk kupersembahkan
Hanya ini Tuhan permohonanku
Terimalah Tuhan persembahanku
Pakailah hidupku sebagai alatMu
Seumur hidupku

Ketika lagu penutup, teman-teman KKMK menyanyikan “Kasih Putih” dengan apik. Air mataku kembali bergulir. Mengingatkanku bahwa Valentine bukan sekadar romantisme picisan.

Kasih Putih – Snada

Dalam dunia ini
Banyak yang tiada mengerti
Hidup yang dijalani
Meski berbagi

Dalam cinta kasih
Kita bersama berdiri
Bergengengaman jemari
Menyatukan hati

Dia berikan
Kepada sluruh manusia
Kasih sayang
Karna kita smua
Tiada berbeda

Reff :
Bila kau mau sadari
Cinta kasih tak memilih
Kau dan aku
Kita semua sama

Bila kau mau berbagi
Apalagi yang  dinanti
Kasih putih
Karunia illahi

Pulang menuju rumah, aku teringat lagi pada pertanyaanku sendiri, apa sih makna Valentine buatku? Kenapa aku sampai kebakaran jenggot dan sedemikian patah hati tidak pernah merayakannya bareng Si Ayah? Rasanya aku mulai masuk ke dalam kotak hingga kemarin. Ini saatnya aku keluar dari kotak.

Valentine kali ini sungguh menyadarkanku bahwa tanggal 14 Februari bukan monopoli anak muda yang sedang kasmaran. Pasutri, orang tua-anak, antarsahabat semua boleh berbagi. Valentine tidak cukup digambarkan sebatas bunga, coklat dan dominasi warna pink. Valentine jauh melebihi itu.

Valentine buatku adalah berbagi, terutama pada sahabat yang menemaniku sekian lama. Orang-orang yang mau meminjamkan telinganya padaku, yang membuatku nyaman menjadi diri sendiri tanpa perlu menjaga sikap yang berlebihan.

Kita memang berbagi kasih pada saat Natal. Momen Valentine membuat ajang berbagi kasih yang lebih universal. Bahkan aku takjub bahwa “Kasih Putih” adalah lagu Snada, salah satu grup musik yang bernuansa musik Islami tapi dibawakan sebagai lagu penutup Misa. Sungguh kasih memang tak berbatas.

Aku memang tidak pernah menerima sebatang coklat dan setangkai bunga pada hari Valentine, tapi perayaan Valentine-ku tahun ini luar biasa indah. Tak sabar ingin memeluk sahabat-sahabat dekatku yang tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Na, Vin, Mo, Tih, Tan, Let, Den, Yu, Cie, n semuanya… Happy Valentine!



Tertarik dengan yang ini?

Tags: , , , , , ,

This entry was posted on Wednesday, February 18th, 2009 at 3:23 pm and is filed under Valentine Bila Kau Mau Berbagi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Valentine, Bila Kau Mau Berbagi”

  1. Pujasumarta
    11:58 pm on February 18th, 2009

    Lini, terimakasih atas sharing tentang pengalaman Valentine’s Day. Ada cerita dari Sala, kota kelahiranku. Ketika hari itu tiba, sejumlah anak sekolah ingin merayakanValetine’s Day, tentu direstui oleh Kepala Sekolah dan guru mereka. Bahkan beberapa guru mengantar mereka ke tempat strategis. Mereka bawa batang-batang coklat untk dibagikan kepada para pengguna kendaraan yang terhenti di perempatan lampu merah. Beberapa lama pemberian tanda kasih sayang itu dibagikan kepada mereka. Eeee… muncullah sekelompok anak muda lain yang wajahnya tak jelas karena tertutup rapat. Kelompok ini memiliki konsep berbeda mengenai perayaan Valentine’s Day. Hati mereka tidak berkenan Valentine’s dirayakan. Daripada muncul hal-hal yang tidak dikehendaki kelompok yang membagi-bagikan coklat tadi undur diri dari panggung, untuk berbagi kasih sayang kepada mereka yang berkenan. Begitulah sekilas info, tayangan berikut akan disiarkan satu jam setelah ini! He he… macem-macem, ya Lini. GBU,

  2. Imelda
    1:28 am on May 29th, 2010

    Keren abis nih, thanks sharingnya.

  3. Lini
    1:39 am on May 29th, 2010

    @ Imelda: matur tengkiyu sanget Mel :)

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>